Konten dari Pengguna

10 Kata-kata Imam Al Ghazali Tentang Hati yang Menyentuh dan Penuh Makna

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Flickr.com - Kata-kata Imam Al Ghazali tentang hati
zoom-in-whitePerbesar
Flickr.com - Kata-kata Imam Al Ghazali tentang hati

Kata-kata Imam Al Ghazali tentang hati masih banyak dibaca ulang oleh orang sampai saat ini. Hal ini bukannya tanpa alasan, kata-kata bijak tersebut memang sangat terasa menyentuh hati dan penuh makna.

Walaupun Imam Al Ghazali sudah lama meninggalkan kita semua, namun ilmu pengetahuan dan kata-kata Imam Al Ghazali tentang hati masih bisa kita rasakan maknanya sampai sekarang. Bisa jadi halini dikarenakan saat mengucapkannya pun, beliau memang menyimpulkan dari semua pengalaman yang sudab pernah dialaminya.

Imam Al-Ghazali adalah tokoh Islam yang terkenal dengan Hujjatul Islam (argumentator Islam) karena memiliki jasa yang besar dalam menjaga Islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran nasionalisme yunani.

Melansir dari buku Mengenal Lebih Dekat Imam Al Ghazali karya Sutomo Abu Nashr, Imam Al-Ghazali bernama asli Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali. Lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di sebuah kota kecil Ghazalah yang berada di Thus, yaitu wilayah Khurasah yang pada saat itu merupakan sebuah kota pusat ilmu pengetahuan agama Islam.

10 Kata-kata Imam Al Ghazali tentang Hati yang Menyentuh dan Penuh Makna

Berikut ini adalah beberapa kata-kata Imam Al Ghazali tentang hati.

  1. Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan menambah ke segala hal.

  2. Jangan biarkan hati anda mendapatkan kesenangan dengan pujian dari orang lain atau anda akan sedih dengan kecaman mereka.

  3. Jiwa manusia itu seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Kebajikan akan membuat jiwa itu bersinar, sementara keburukan akan membuatnya gelap.

  4. Jiwa manusia itu seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Kebajikan akan membuat jiwa itu bersinar, sementara keburukan akan membuatnya gelap.

  5. Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai napsunya. Sementara kesengsaraan adalah ketika seseorang dikuasai oleh napsunya.

  6. Cinta merupakan sumber kebahagiaan dan cinta kepada Allah harus dipelihara dan dipupuk, suburkan dengan sholat serta ibadah yang lainnya.

  7. Kata-kata lembut melunakkan hati yang lebih keras dari batu, kata-kata kasar mengeraskan hati yang lebih lembut dari sutera.

  8. Hiduplah kamu bersama manusia sebagaimana pohon yang berbuah, mereka melemparinya dengan batu, tetapi ia membalasnya dengan buah.

  9. Belum pernah aku berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwaku sendiri, yang terkadang membantuku dan terkadang menentangku.

  10. Carilah teman untuk menenangkan hati dan pikiran, maka perhatikanlah baik-baik tentang keselamatanmu dan kesejahteraannya.

Sosok Imam Al-Ghazali ini memang terkenal dengan daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah, sosok Imam juga sangat dihormati dalam dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah, yaitu pusat kebesaran Islam. Pada waktu itu Imam Al- Ghazali telah menguasai berbagai ilmu pengetahuan, karena ia sangat mencintai ilmu – ilmu pengetahuan.

Tak mengherankan bila kata-kata Imam Al Ghazali tentang hati yang beliau tinggalkan untuk kita sejak ratusan tahun yang lalu masih terasa maknanya sampai saat ini. (DNR)