10 Nasehat Imam Al Ghazali Tentang Hati yang Menginspirasi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengutip buku Menyelam Isi Hati: Tadzib Mukasyafah al Qulub (2014), Imam Al Ghazali dikenal sebagai salah satu cendekiawan Islam yang namanya sangat tersohor. bahkan hingga saat ini, keilmuannya sering dijadikan sebagai rujukan untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan. Ada banyak nasehat Imam Al Ghazali tentang hati yang mampu memberikan pencerahan bagi setiap muslim
Imam Al-Ghazali mempelajari ilmu filsafat dan tasawuf yang selanjutnya pemikiran-pemikirannya sangat berpengaruh pada dinamika dunia Islam. Hingga kini, nama Imam Al Ghazali masih harum bagi umat muslim di berbagai belahan dunia. Tidak jarang, kalimat-kalimat yang diucapkannya menjadi motivasi yang memberi ketentraman hati.
10 Nasehat Imam Al Ghazali Tentang Hati
Inilah nasehat imam Al Ghazali tentang hati yang dapat dijadikan renungan sekaligus motivasi:
Belum pernah aku berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwaku sendiri, yang terkadang membantuku, dan terkadang menentangku.
Untuk kesehatan yang baik, kendalikan makananmu. Untuk jiwa yang baik, kendalikan dosa-dosamu, dan untuk keimanan yang baik, kirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Jadikan kematian itu hanya pada badan kerana tempat tinggalmu sesungguhnya adalah liang kubur dan penghuni kubur sentiasa menanti kedatanganmu setiap saat.
Barangsiapa memilih harta dan anak-anaknya daripada apa yang ada di sisi Allah, niscaya ia rugi dan tertipu dengan kerugian yang amat besar.
Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan.
Jangan biarkan hatimu mendapatkan kesenangan dengan pujian dari orang lain atau kau akan sedih dengan kecaman mereka.
Cinta adalah sumber kebahagiaan dan cinta terhadap Allah harus dipelihara dan dipupuk. Suburkan dengan shalat dan ibadah lainnya.
Jiwa manusia seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Kebajikan akan membuat jiwa itu bersinar, sementara keburukan akan membuatnya gelap.
Nafsu dapat membuat seorang raja menjadi budak, sementara sabar dapat membuat seorang budak menjadi raja.
Sifat utama pemimpin ialah beradab dan mulia hati.
Nasehat imam Al Ghazali tentang hati memang selayaknya kita pahami dan renungi. Hidup bukan hanya terbatas pada duniawi saja karena masih ada akhirat yang menanti kita di setiap saat. Melalui kalimat motivasi di atas, semoga dapat membuka hati dan pikiran kita tentang hidup yang lebih tenang, sabar, dan bijaksana.
(DLA)
