Konten dari Pengguna

14 Contoh Pantun Peribahasa yang Penuh Makna

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis pantun peribahasa. Foto: mentatdgt/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis pantun peribahasa. Foto: mentatdgt/Shutterstock

Selain contoh peribahasa biasa, contoh pantun peribahasa juga dapat digunakan untuk memberikan nasihat atau mengungkapkan perasaan.

Pantun merupakan jenis puisi lama yang telah ada sejak zaman Nusantara. Pantun terdiri dari 2 bagian, yaitu sampiran dan isi. Kedua bagian itulah yang membedakan pantun dengan puisi lama lainnya.

Berikut pengertian pantun serta contoh pantun peribahasa selengkapnya.

Pengertian Pantun

Ilustrasi menulis pantun peribahasa. Foto: plo/shutterstock

Mengutip buku EYD Saku+ tulisan E. Waridah, kata pantun berasal dari kata 'tun' dalam bahasa Jawa Kuno yang berarti tuntun-atuntun atau mengatur. Secara singkat, kata pantun dapat diartikan sebagai karya sastra yang terikat aturan atau susunan.

Pantun bukan sekadar gubahan kata yang memiliki rima dan irama. Lebih dari itu, pantun adalah rangkaian kata indah yang berfungsi menyampaikan sesuatu dari penuturnya.

Ciri-ciri Pantun

Ilustrasi menulis pantun. Foto: Shutter Stock

Pantun memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis puisi lama lain. Berikut ciri-ciri pantun:

  • Tiap bait terdiri atas empat baris atau larik.

  • Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.

  • Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Jenis-Jenis Pantun

Ilustrasi pantun. Foto: Shutter Stock

Berdasarkan kelompok usia dan isinya, pantun terbagi atas berbagai jenis. Berikut jenis-jenis pantun selengkapnya dirangkum dari buku Mengenal Lebih Dekat Puisi Rakyat oleh Sri Khairani Lubis dkk.:

1. Pantun Anak-Anak

Jenis pantun ini menggambarkan dunia anak-anak yang bebas dan sederhana. Isinya berkaitan dengan permainan, makanan, dan kehidupan sehari-hari, baik yang senang maupun sedih.

2. Pantun Remaja

Pantun remaja merupakan jenis pantun yang berhubungan dengan kehidupan masa muda. Umumnya, pantun ini membahas tema asmara, rumah tangga, perasaan, hingga nasib.

3. Pantun Orang Tua

Sesuai dengan namanya, pantun ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan orang tua. Misalnya, tentang adat, budaya, agama, nasihat, dan lain-lain.

4. Pantun Suka Cita

Pantun ini mengekspresikan suka cita dalam kehidupan. Karena itu, pantun suka cita selalu diungkapkan dengan kalimat yang mengandung kegembiraan dan keceriaan.

5. Pantun Duka Cita

Kebalikan dari pantun suka cita, pantun duka cita justru menggambarkan duka atau kesedihan yang mendalam. Misalnya, tentang mendapatkan nilai ulangan buruk atau tentang kepergian orang yang disayang.

Baca juga: 11 Contoh Pantun Anak-Anak Sekolah

6. Pantun Cinta

Ilustrasi menulis pantun. Foto: Shutter Stock

Pantun cinta adalah jenis pantun yang isinya berhubungan dengan cinta, romantisme, atau asmara antara dua insan manusia. Pantun ini digunakan untuk menyampaikan kasih sayang kepada pasangan, keluarga, ataupun teman.

7. Pantun Jenaka

Pantun jenaka merupakan pantun yang bertujuan untuk menghibur pendengar. Tidak hanya untuk mencairkan suasana, pantun ini juga dapat digunakan untuk menyampaikan sindiran.

8. Pantun Agama

Ini merupakan jenis pantun yang berisi dakwah untuk mengajak manusia melakukan kebaikan dan berhubungan dengan nilai-nilai religius.

9. Pantun Nasihat

Pantun ini berisi nasihat yang disampaikan kepada orang lain dengan tujuan mendidik. Nasihat yang diberikan beragam, mulai dari tentang moral hingga budi pekerti.

10. Pantun Peribahasa

Pantun peribahasa merupakan jenis pantun yang berisi ungkapan dan peribahasa. Pantun ini umumnya memiliki susunan tetap yang terikat.

14 Contoh Pantun Peribahasa Penuh Makna

Ilustrasi perempuan pantun. Foto: Shutter Stock

Inilah beberapa contoh pantun peribahasa yang dikutip dari buku Kumpulan Peribahasa & Pantun Indonesia Terlengkap, Tim Redaksi Cemerlang, (2019:67):

Pantun 1

Kerat-kerat kayu di ladang

Hendak dibuat hulu cangkul

Berapa berat mata memandang

Berat lagi bahu memikul

Makna: Tak perlu mengeluhkan suatu pekerjaan. Belum tentu pekerjaan lain lebih baik dari yang sekarang kita kerjakan.

Pantun 2

Air dalam karang menonggok

Setanggi dicampur kemenyan

Walau dirimu tidak kujenguk

Sabar menunggu dalam penantian

Makna: Sabarlah, sayang, aku akan datang menemuimu.

Pantun 3

Anak ayam berlari-lari

Takut helang datang menerkam

Air diminum terasa duri

Nasi dimakan terasa sekam

Makna: Terlalu takut akan suatu hal, sampai makan pun jadi tak enak.

Pantun 4

Anak dara mengandam dahi

Rambut ditanam di tepi telaga

Anjing biasa makan tahi

Kalau tak makan cium juga

Makna: Sehebat-hebatnya seseorang menutupi keburukannya, suatu saat akan ketahuan juga.

Pantun 5

Tinggi sungguh Gunung Daik

Mercunya terang berkelium

Kalau asal benih yang baik

Jatuh ke laut menjadi pulau

Makna: Seseorang yang menabur kebaikan akan menuai kebaikan.

Pantun 6

Mengharapkan untung menggamit

Kain di badan didedahkan

Harapkan guruh di langit

Air tempayan dicurahkan

Makna: Jangan terlalu mengharapkan sesuatu.

Pantun 7

Kehulu memotong pagar

Jangan terpotong batang durian

Cari guru tempat belajar

Jangan jadi sesal kemudian

Makna: carilah ilmu dari guru yang benar-benar menguasai ilmu tersebut agar tidak menyesal di kemudian hari.

Pantun 8

Pohon pepaya di dalam semak

Pohon manggis sebesar lengan

Kawan tertawa memang banyak

kawan menangis diharapkan jangan

Makna: Teman sejati sulit ditemukan.

Pantun 9

Bagaimana hendak kurenung

Air pasang menuju ke laut

Bagaimana hati 'kan senang

Air besar sampan tak hanyut

Makna: semampunya seseorang, jika semesta menghendaki lain, maka tidak akan terlaksana dengan baik.

Pantun 10

Anak buaya pergi bertenung

Ke lubuk memakan bangkai

Hendak hati memeluk gunung

Gunung dipeluk tangan tak sampai

Makna: Menginginkan sesuatu, tetapi usaha yang dilakukan belum maksimal.

Pantun 11

Ada air di dalam gelas

Gelas diletak tidak beralas

Ada ubi ada batas

Ada budi pasti dibalas

Makna: Tak perlu sungkan untuk berbuat kebaikan.

Pantun 12

Kayu bakar dibuat arang

Arang dibakar memanaskan diri

Jangan mudah salahkan orang

Cermin muka lihat sendiri

Makna: Sebelum menyalahkan orang lain, koreksilah diri sendiri terlebih dahulu.

Pantun 13

Kalau ada duit sekupang

Boleh beli cuka mentahun

Habis padi burung terbang

Bagai ulat tak kenangkan daun

Makna: Sifat seseorang yang tidak tahu berterimakasih.

Pantun 14

Air di tasik berkilauan

Air yang cetek jangan diselam

Air diminum sembiluan

Air mata jatuh ke dalam

Makna: Saking sedihnya, selalu terbawa pikiran.

Silakan sampaikan salah satu atau lebih pantun peribahasa di atas untuk memberikan nasihat atau mengungkapkan perasaanmu. (BRP)

Frequently Asked Question Section

Apa itu pantun peribahasa?
chevron-down

Pantun peribahasa merupakan jenis pantun yang berisi ungkapan dan peribahasa.

Apa ciri-ciri pantun?
chevron-down

Salah satunya tiap bait terdiri atas empat baris/larik.

Apa itu pantun jenaka?
chevron-down

Pantun jenaka merupakan pantun yang bertujuan untuk menghibur pendengar.