Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Pantun Jenaka

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun Jenaka. (Foto: HuyNgan by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Jenaka. (Foto: HuyNgan by https://pixabay.com)

Pengertian pantun merupakan jenis puisi lama yang pada setiap baitnya terdiri atas empat baris serta memiliki sampiran dan isi. Pantun sendiri diambil dari kata “panuntun” yang dalam bahasa Minangkabau, yang berarti penuntun. Dalam bahasa Jawa, pantung sering disebut dengan parikan. Adapun pantun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti pantun nasihat, pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun berkasih-kasihan, dan pantun anak. Pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengarnya karena berisi humor.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pantun jenaka, sebagai salah satu jenis pantun.

Mengenal Pantun Jenaka dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Ilustrasi Pantun Jenaka. (Foto: StockSnap by https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Ultra Lengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Nur Indah Sholikhati (2019: 128), pantun memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan karya sastra lain, yaitu:

  • Pantun mempunyai bait dan tiap baik terdiri atas empat baris.

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

  • Tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8–12 suku kata.

  • Pantun mempunyai sajak a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh bersajak a-a-b-b ataupun sajak lainnya).

Pantun jenaka adalah salah satu jenis pantun yang berisi humor, sehingga menghibur setiap orang yang mendengarnya. Terkadang pantun jenaka dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung.

Selain itu, pantun jenaka juga diharapkan dapat membuat suasana menjadi lebih riang.

Agar lebih paham, berikut adalah contoh pantun jenaka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia:

1. Berenang jauh para ikan

Mereka bebas hatinya senang

Badan kurus kurang makan

Kalau ditiup goyang-goyang

2. Jalan-jalan ke pinggir empang

Nemu katak di pinggir empang

Hati siapa tak bimbang

Kamu botak minta dikepang

3. Makan pagi sepiring berdua

Rasanya enak tiada tara

Awas cowok pandai menggoda

Diam-diam watak buaya

Pantun jenaka seringkali dijadikan sebagai media untuk menyindir ataupun pencair suasana ketika berkumpul dengan teman dan keluarga. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)

Baca juga: 14 Contoh Pantun Peribahasa yang Penuh Makna