15 Contoh Tawakal yang Bisa Diterapkan di dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak sedikit umat Islam yang masih salah mengartikan tawakal. Tawakal termasuk salah satu sifat yang paling dicintai oleh Allah SWT. Sifat ini sering kali disandingkan dengan ikhtiar.
Dikutip dari Mukjizat Energi Tawakal oleh Abdillah F. Hasan (2014: 75), definisi dari sikap tawakal adalah berserah kepada Allah setelah berusaha dan berikhtiar semaksimal mungkin, supaya sanggup menerima segala keputusan-Nya dengan ikhlas.
Ada berbagai contoh tawakal yang tentunya bermanfaat untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengetahui lebih jelas, simak pembahasannya di bawah ini.
Macam-Macam Tawakal dalam Kehidupan
Sebelum mengetahui berbagai contoh tawakal dalam kehidupan sehari-hari, perlu diketahui bahwa berdasarkan tingkatannya, tawakal dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Tawakkalul Wakil
Tawakalnya seseorang yang hatinya merasa tenteram akan pemberian Allah. Tawakal jenis ini adalah tawakalnya Mukmin biasa di mana seseorang akan mempercayakannya kepada Allah karena ia yakin bahwa Allah menaruh belas kasihan terhadap dirinya.
2. Tawakkalut Taslim
Tawakalnya seseorang yang sudah merasa cukup menyerahkan masalahnya hanya kepada Allah, karena ia yakin bahwa Allah sudah memahami keadaan dirinya.
Hal itu berarti ia tidak lagi membutuhkan hal lain selain Allah. Tingkatan tawakal seperti ini merupakan tawakalnya para nabi dan wali.
15 Contoh Tawakal
Berikut adalah 15 contoh tawakal yang bisa diterapkan umat Muslim di dalam kehidupan sehari-hari.
Selalu bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh dari Allah (misalnya mencapai tingkat penjualan yang tinggi) dan bersabar jika ditimpa musibah.
Setelah berusaha keras, menyerahkan segala sesuatu kepada Allah. Misalnya berserah kepada Allah usai belajar keras untuk ujian.
Selalu berdoa dan berserah diri atas apa yang kita usahakan sebelumnya.
Selalu berprasangka baik terhadap Allah atas kejadian apa pun yang terjadi atas diri kita.
Tidak berkeluh kesah dan gelisah saat berusaha dan berikhtiar.
Selalu berusaha dan berikhtiar semaksimal mungkin, kemudian bertawakal kepada Allah.
Tidak mudah berputus asa di dalam berusaha.
Menerima segala ketentuan Allah dengan ikhlas dan rida.
Berusaha untuk memperoleh sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Sebelum dan setelah mengerjakan sesuatu, berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Misalnya, setelah bekerja semaksimal mungkin, berdoa kepada Allah agar hasil dari pekerjaan itu bisa bermanfaat bagi banyak orang, termasuk diri sendiri.
Saat pergi dan meninggalkan rumah beberapa waktu, bertawakal kepada Allah atas rumah yang tengah tinggalkan.
Saat ditimpa suatu masalah, berserah diri kepada Allah dan berdoa supaya segera memperoleh solusi dari masalah yang tengah dialami.
Saat berobat ke rumah sakit, berserah diri dan memohon kesembuhan kepada Allah.
Saat mencari rezeki, berserah diri kepada Allah yang merupakan Maha Pemberi Rezeki.
Ketika belum menemukan jodoh, berserah diri kepada Allah. sambil berdoa dan memantaskan diri agar segera didekatkan dengan jodoh kita.
Makna dan Manfaat Tawakal
Tawakal mengandung makna yang mendalam dan penting bagi umat Muslim. Tawakal merupakan sikap keyakinan, pengharapan, dan kesadaran bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini adalah kehendak Allah.
Dalam Alquran, terdapat beberapa ayat yang menggambarkan pentingnya tawakal bagi kehidupan seorang Muslim. Salah satu ayat yang menunjukkan pentingnya tawakal adalah dalam surat At-Talaq ayat 3, di mana Allah berfirman:
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: "Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 3)
Tawakal sering kali disandingkan dengan ikhtiar. Dalam kehidupan sehari-hari, umat Muslim harus selalu berikhtiar kepada-Nya untuk mencapai tujuan yang diinginkan, baik berupa kebahagiaan di dunia maupun akhirat kelak.
Sementara soal hasilnya, setiap Muslim harus menyerahkannya kepada Allah. Sebab, hanya Allah yang Maha Mengetahui kebaikan bagi diri setiap manusia. Itulah makna utama dari tawakal kepada Allah setelah seseorang berusaha sesuai kemampuan yang dimiliki.
Dikutip dari Ensiklopedi Akhlak Rasulullah Jilid 1 oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri (2019: 402), adapun beberapa manfaat tawakal bagi umat Muslim, yaitu:
Tawakal mendekatkan diri kepada Allah.
Tawakal menghindarkan diri dari gangguan setan.
Tawakal mengusir rasa pesimis.
Tawakal akan mendatangkan pertolongan Allah.
Tawakal melatih diri untuk lebih mudah ikhlas, sabar, dan berlapang dada dalam menghadapi kehidupan.
Tawakal menumbuhkan ketenangan dan kebahagiaan.
Orang yang bertawakal hanya kepada Allah akan masuk ke dalam surga tanpa hisab.
Orang yang bertawakal akan memiliki kekuatan, keteguhan, dan keberanian.
Baca Juga: 3 Hikmah Tawakal Berdasarkan Ayat Alquran Bagi Umat Muslim
Dalil Perilaku Tawakal
Perilaku tawakal merupakan perilaku umat Muslim yang meyakini bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini adalah kehendak Allah. Dalil-dalil yang mendukung perilaku tawakal dapat ditemukan dalam beberapa ayat Alquran dan hadis berikut:
1. Surat At-Talaq Ayat 3
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: "Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 3)
2. Surat Al-Anfal Ayat 2
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal." (QS. Al-Anfal: 2)
3. Surat Ali 'Imran Ayat 160
اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Artinya: "Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu?
Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal." (QS. Ali 'Imran: 160)
4. Hadis Riwayat Ahmad dan Tirmidzi
Dalam hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi, Nabi Muhammad bersabda:
"Sesungguhnya seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, tentu Allah akan memberikan rezeki sebagaimana Dia memberikan kepada burung-burung, mereka keluar di pagi hari dalam keadaan lapar, dan kembali di sore hari dengan perut kenyang." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Hadis ini memberikan gambaran tentang bagaimana Allah akan memberikan rezeki dan perlindungan kepada orang yang benar-benar bertawakal kepada-Nya.
(BRP & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan tawakal?

Apa yang dimaksud dengan tawakal?
Definisi dari sikap tawakal adalah berserah kepada Allah setelah berusaha dan berikhtiar semaksimal mungkin, supaya sanggup menerima segala keputusan-Nya dengan ikhlas.
Apa saja jenis-jenis tawakal?

Apa saja jenis-jenis tawakal?
Tawakal dibagi menjadi 2 jenis, yaitu tawakkalul wakil dan tawakkalut taslim.
Apa manfaat tawakal?

Apa manfaat tawakal?
Beberapa manfaat tawakal bagi umat Muslim, yaitu tawakal mendekatkan diri kepada Allah, tawakal menghindarkan diri dari gangguan setan, dan tawakal mengusir rasa pesimis.
