2 Contoh Soal Anggaran Piutang beserta Pembahasannya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal anggaran piutang adalah penaksiran besarnya piutang perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Materi seputar anggaran piutang pada umumnya akan dipelajari oleh seluruh siswa maupun mahasiswa jurusan akuntansi.
Anggaran piutang bisa didefinisikan sebagai hasil kebijakan terhadap penjualan produk berbasis sistem kredit. Jika dilihat dari segi penjualan, sistem kredit memberikan hasil lebih tinggi daripada sistem tunai.
Contoh Soal Anggaran Piutang
Piutang adalah uang yang dipinjamkan atau uang yang dapat ditagih kepada peminjam atau kalau dalam bahasa bisnis berarti tagihan perusahaan kepada para pelanggan, sebagaimana dikutip dari buku Bijak Mengelola Piutang, Hengki Irawan Setia Budi, (2013: 1).
Biasanya perusahaan yang menerapkan sistem penjualan kredit karena ingin meningkatkan penjualannya sehingga nantinya keuntungan atau laba pun akan meningkat.
Namun, piutang juga memiliki dampak lain bagi perusahaan yakni timbul biaya modal, biaya administrasi utang, dan akan lebih parah sampai adanya piutang tak tertagih (bad debt).
Agar terjadi hal yang tidak diinginkan, sebaiknya perusahaan mengelola piutangnya dengan baik. Salah satu caranya adalah membuat anggaran piutang.
Berikut 2 contoh soal anggaran piutang beserta pembahasannya berikut ini untuk memahaminya.
Berikut merupakan data penjualan Perusahaan Galang Food pada tahun 2022, triwulan pertama: Desember 2021 Rp12.000.000 Januari 2022 Rp15.000.000 Februari Rp 19.000.000 Maret 2022 Rp21.500.000 Syarat pembayaran dari piutang tersebut adalah 45% dibayar tunai, 35% dibayar bulan pertama, 20% dibayar bulan kedua. Dipertimbangkan piutang tak tertagih sebesar 2% setiap bulannya. Pembahasan: Piutang usaha bersih: Januari = (18% x Rp12.000.000) + (33% x Rp15.000.000)= Rp7.200.000 Februari = (18% x Rp15.000.000) + (33% x Rp19.000.000)= Rp8.970.000 Maret= (18% x 19.000.000) + (33% x x Rp21.500.000)= Rp10.515.000 Piutang tak tertagih: Desember = 2% x Rp12.500.000 = Rp250.000 Januari = 2% x Rp15.000.000 = Rp300.000 Februari = 2% x Rp19.000.000 = Rp380.000 Maret = 2% x Rp21.500.000 = Rp430.000 Selanjutnya disusun cadangan penghapusan piutang usaha setiap bulannya dengan menambahkan piutang usaha tak tertagih periode sebelumnya dan piutang tak tertagih bulan yang bersangkutan dengan perhitungan sebagai berikut: Januari = Rp250.000 + Rp300.000 = Rp550.000 Februari = Rp300.000 + Rp380.000 = Rp680.000 Maret = Rp380.000 + Rp430.000 = Rp810.000 Sehingga anggaran piutang usaha sebagai berikut: Piutang usaha Januari: (35% x Rp15.000.000) + (20% x Rp12.500.000) = Rp7.750.000 Februari: (35% x Rp19.000.000) + (20% x Rp15.000.000) = Rp9.650.000 Maret: (35% x Rp21.500.000) + (20% x Rp15.000.000) = Rp11.325.000
Berikut merupakan data penjualan Perusahaan Lutfi Bakery pada tahun 2021, triwulan pertama: Desember 2020 Rp15.000.000 Januari 2021 Rp18.000.000 Februari 2021 Rp 20.000.000 Maret 2021 Rp21.500.000 Syarat pembayaran dari piutang tersebut adalah 50% dibayar tunai, 35% dibayar bulan pertama, 15% dibayar bulan kedua. Dipertimbangkan piutang tak tertagih sebesar 2% setiap bulannya. Pembahasan: Piutang usaha bersih: Januari = (12% x Rp15.000.000) + (33% x Rp18.000.000)= Rp7.740.000 Februari = (12% x Rp18.000.000) + (33% x Rp20.000.000)= Rp8.760.000 Maret= (12% x 20.000.000) + (33% x x Rp21.500.000)= Rp9.495.000 Piutang tak tertagih: Desember = 2% x Rp15.000.000 = Rp300.000 Januari = 2% x Rp18.000.000 = Rp360.000 Februari = 2% x Rp20.000.000 = Rp400.000 Maret = 2% x Rp21.500.000 = Rp430.000 Selanjutnya disusun cadangan penghapusan piutang usaha setiap bulannya dengan menambahkan piutang usaha tak tertagih periode sebelumnya dan piutang tak tertagih bulan yang bersangkutan dengan perhitungan sebagai berikut: Januari = Rp300.000 + Rp360.000 = Rp660.000 Februari = Rp360.000 + Rp400.000 = Rp760.000 Maret = Rp400.000 + Rp430.000 = Rp830.000 Sehingga anggaran piutang usaha sebagai berikut: Piutang usaha Januari: (35% x Rp18.000.000) + (15% x Rp15.000.000) = Rp8.550.000 Februari: (35% x Rp20.000.000) + (15% x Rp18.000.000) = Rp9.700.000 Maret: (35% x Rp21.500.000) + (15% x Rp20.000.000) = Rp10.525.000
Baca Juga: Pengertian Hutang dan Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Singkat dan Jelas
Demikian contoh soal anggaran piutang beserta pembahasannya yang bisa dipelajari siswa untuk belajar. (GLG)
