Pengertian Hutang dan Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Singkat dan Jelas

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum melakukan hutang piutang, tentunya pihak yang terlibat harus membuat surat perjanjian. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengetahui contoh surat perjanjian hutang piutang. Padahal hal tersebut penting untuk diketahui.
Surat perjanjian hutang piutang tersebut memiliki tujuan untuk mencatat seluruh kesepakatan antara kedua belah pihak. Misalnya saja mencatat tanggal hingga jumlah uang yang akan dibayarkan.
Arti Hutang dan Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Singkat
Apa yang dinamakan dengan hutang? Hutang adalah suatu tanggung jawab yang wajib dibayar pada jangka waktu tertentu karena membeli suatu barang secara kredit. Saat melakukan hutang piutang harus membuat surat perjanjian.
Surat perjanjian tersebut merupakan alat bukti mengenai perbuatan, keadaan, hingga kenyataan yang sifatnya adalah perdata. Surat perjanjian dapat dibuat dengan adanya saksi.
Saksi tersebut dapat digunakan sebagai alat bukti serta panduan dalam pelaksanaan hukum bagi kedua belah pihak. Berikut contoh surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan yang singkat.
SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG
Pada (hari/tanggal/tahun), kami yang bertanda tangan di bawah ni setuju mengadakan perjanjian Hutang Piutang, dengan keterangan sebagai berikut:
Nama:
Alamat:
Pekerjaan:
No. KTP/No. HP:
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
Nama:
Alamat:
Pekerjaan:
No. KTP/No. HP:
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
Melalui surat perjanjian hutang piutang ini, disetujui oleh kedua pihak sebagaimana dengan ketentuan yang tercantum di bawah ini:
1. PIHAK PERTAMA telah mengajukan pinjaman sebesar Rp ____________ kepada PIHAK KEDUA sebagai hutang atau pinjaman.
2. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat bahwa pembayaran pinjaman oleh PIHAK PERTAMA dilakukan dengan cicilan kepada PIHAK KEDUA sejumlah Rp________ setiap Minggu selama ________ dan terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
3. Apabila dikemudian hari PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang kepada PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi/denda oleh PIHAK KEDUA.
4. Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun , bertempat di ______ pada hari, tanggal, bulan serta tahun seperti yang disebutkan di atas.
PIHAK PERTAMA
(______TTD_______)
PIHAK KEDUA
(______TTD_______)
Baca juga: Contoh Surat Perjanjian Kerjasama dan Cara Membuatnya
Demikian contoh surat perjanjian hutang piutang yang dapat digunakan. Perlu diingat untuk menulis dengan benar dan jelas agar dapat mudah dimengerti. (FAR)
