2 Contoh Soal Teori Titik Henti dan Kunci Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Sama seperti pelajaran lain, dalam pelajaran geografi juga terdapat sejumlah materi yang harus dipahami, seperti teori titik henti. Jadi, tidak heran jika banyak siswa yang kerap mencari contoh soal teori titik henti.
Sebab, dengan adanya contoh soal tersebut, metode belajar mandiri para siswa di rumah terbukti jauh lebih efektif. Hal ini karena siswa bisa mengenali jenis-jenis soal dan implementasi dari materi teori titik henti yang sudah diajarkan guru di sekolah.
Contoh Soal Teori Titik Henti dan Kunci Jawabannya
Mengutip dari buku Pasti Bisa Geografi untuk SMA/MA Kelas XII, Tim Ganesha Operation (hal 45), teori titik henti atau the break point theory dalam ilmu geografi biasa digunakan untuk memperkirakan penempatan pelayanan sosial (fasilitas publik) di antara dua wilayah sehingga dapat dijangkau oleh penduduk daerah tersebut.
Adapun penempatan fasilitas publik ini diambil jaraknya dari wilayah yang berpenduduk kecil. Dalam penerapannya, terdapat rumus yang perlu dipahami siswa agar bisa menjawab setiap soal dengan baik dan benar.
Berikut adalah contoh soal teori titik henti lengkap dengan kunci jawabannya yang bisa disimak.
1. Kota A memiliki jumlah penduduk 20.000 jiwa, sedangkan kota B memiliki jumlah penduduk 30.000 jiwa. Jarak antara kedua kota tersebut adalah 100 kilometer. Dimanakah lokasi pusat perdagangan yang tepat dan strategis agar terjangkau oleh penduduk setiap kota tersebut?
Jawaban:
Diketahui:
dAB= 100 km
PA= 20.000 jiwa
PB= 30.000 jiwa
k= 1
Ditanyakan: titik henti?
DAB= dAB/1 + √PB/PA
DAB= 100/1 + √30.000/20.000
DAB= 100/1 + √1,5
DAB= 100/1 + 1,225
DAB = 44,9 km, diukur dari kota A (jumlah penduduknya lebih sedikit)
2. Suatu puskesmas akan didirikan di antara kelurahan A dengan kelurahan B yang jaraknya 18 km. Kelurahan A mempunyai penduduk 114 jiwa, sementara pada Kelurahan B berpenduduk 456 jiwa. Lokasi yang paling tepat untuk mendirikan puskesmas yaitu?
Jawaban:
Dilihat dari keterangan yang ada di atas, maka diperoleh beberapa informasi seperti berikut:
Jarak antara Desa A dengan Desa B: dAB = 45 km.
Jumlah penduduk yang ada di Desa A: PA = 114 jiwa.
Serta jumlah penduduk yang ada di Desa B: PB = 456 jiwa.
Menentukan lokasi yang paling tepat untuk mendirikan sekolah (DAB) yaitu:
DAB= dAB/1 + √PB/PA
DAB= 45/1 + √456/114
DAB= 45/1 + √4
DAB= 45/1 + 2
DAB= 45/3
DAB= 15
Jadi, bisa dipahami bahwa lokasi yang paling tepat untuk mendirikan puskesmas adalah DAB= 15 km dari arah kelurahan A.
Baca Juga: 5 Contoh Soal Porogapit Kelas 3 SD dan Jawabannya
Demikian contoh soal teori titik henti dalam pelajaran geografi yang bisa disimak dan dipelajari. Semoga bermanfaat. (Anne)
