Konten dari Pengguna

2 Struktur Teks Pantun dan Ciri-Cirinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur teks pantun terdiri dari bagian, sumber: Photo by Debby Hudson on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur teks pantun terdiri dari bagian, sumber: Photo by Debby Hudson on Unsplash

Sebagai salah satu bentuk karya sastra Indonesia, pantun merupakan puisi yang dahulu banyak menggunakan bahasa Melayu, yang berbentuk rima dan bermakna mendalam. Dalam penulisannya, struktur teks pantun terdiri dari bagian sampiran dan isi.

Pantun biasanya berisi nasihat, petuah atau pepatah. Pantun itu baitnya berima, tiap bait terdiri dari empat baris, yang bersajak a-b - a-b. Tujuan pantun adalah memberikan pesan moral untuk pembacanya.

Struktur Teks Pantun Terdiri dari Bagian Sampiran dan Isi

Ilustrasi struktur teks pantun terdiri dari bagiansumber: Photo by Masjid MABA on Unsplash

Struktur pantun mengutip dari buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII, Tim Ganesha Operation (2017:138), terdiri dari Sampiran, yaitu bagian pertama pantun yang terdiri atas dua baris. Dan, bagian isi yang merupakan inti dan tujuan dari pantun tersebut.

Lebih lengkapnya, struktur teks pantun terdiri dari bagian:

1. Sampiran

Sampiran biasanya tidak ada hubungan dengan bagian isi pantun, karena hanya sebagai pengantar rima. Terdiri dari dua baris (pertama dan kedua)

2. Isi

Bagian kedua pantun yang terdiri dari dua baris (ketiga dan keempat).

Selain stuktur pantun, ada juga kaidah pantun. Pada Kaidah Pantun, tiap bait terdiri atas empat baris. Dua baris pertama berupa sampiran, dua baris selanjutnya berupa isi.

Pantun bersajak akhir a-b-a-b.

Syarat-syarat Pantun:

  • Tiap bait terdiri atas empat baris

  • Tiap baris terdiri dari 8 atau 12 suku kata

  • Berupa rima: a-b-ab

Contoh pantun yang dikutip dari Buku Bahasa dan Sastra di Sekolah Dasar, Laily Nurmalia, M.Pd (2023: 62)

Pantun Nasihat:

Jalan-jalan ke Semarang

Bawa bandeng tanpa duri

Belajar mulai sekarang

Untuk hidup di kemudian hari

Pantun Perkenalan:

Dari Deli hendak ke Berandan

Singgah sebentar di Deli Tua

Kalau boleh kita kenalan

Baju merah siapa namanya

Baca Juga: Pantun: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contohnya

Penjelasan tentang struktur teks pantun terdiri dari bagian sampiran dan isi harus diketahui terutama bagi orang yang ingin menuliskan pantun sebagai karya sastra dari pesan yang ingin disampaikan.(IJS)