Konten dari Pengguna

2 Teks Ceramah tentang Kematian Bikin Nangis yang Penuh Nilai Agama

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ceramah tentang kematian bikin nangis. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ceramah tentang kematian bikin nangis. Sumber: pexels.com

Ceramah adalah salah satu kegiatan keagamaan yang umum dilakukan umat muslim. Topik dan tema yang diangkat pun sangat beragam. Biasanya, disesuaikan dengan audiens yang datang. Misalnya, ceramah tentang kematian bikin nangis.

Adanya ceramah ini bertujuan untuk mengingatkan umat muslim bahwa kematian bisa datang kapan saja. Oleh karena itu, sangat perlu untuk mempersiapkan amal baik sejak dini.

Teks Ceramah tentang Kematian Bikin Nangis yang Penuh dengan Nilai Agama

Ilustrasi ceramah tentang kematian bikin nangis. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Metode Dakwah Masyarakat Multikultur, Rosidi (2023:79), metode ceramah adalah metode dakwah tertua dalam dakwah yang digunakan para nabi dan rasul dalam menyampaikan risalah ilahi, termasuk Nabi Muhammad saw.

Metode ini juga paling sering dilakukan oleh para ulama untuk menyampaikan pesan agama kepada jemaah. Tema yang dibawakan pun sangat beragam, seperti tentang kematian.

Berikut ini adalah dua teks ceramah tentang kematian bikin nangis yang bisa digunakan sebagai refleksi diri.

Contoh 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan banyak nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Mulai dari nikmat sehat, nikmat lapang hingga nikmat yang tiada tara nilainya, yaitu berupa nikmat iman dan Islam.

Semoga kita senantiasa diberi hidayah oleh Allah Swt sehingga kita bisa mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan kepada kita. Dan tak lupa selawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi akhir zaman Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Saudara-saudara yang seiman, di sini saya akan menjelaskan sedikit tentang ‘’kematian’’.

Sebagaimana firman Allah yang terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 185 yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan yang namanya mati. Sesungguhnya pada hari kiamatlah disempurnakan pahalamu. Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka ia sungguh beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali Imran 3: 185).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa kematian itu pasti akan datang kepada setiap orang. Tanpa kita sadari, saat ini kita sedang menunggu giliran untuk mati. Saat ini, kita berada di kehidupan yang fana dan tidak kekal.

Oleh karena itu, kita harus sadar bahwa kehidupan akhiratlah yang abadi.

Jika amalan kebaikan kita sangat berat, maka kita akan dimasukkan ke dalam surga. Tetapi, jika timbangan amal buruk lebih berat, maka kita akan masuk neraka.

Maka beruntunglah ketika di dunia ini kita lebih berat dalam melakukan amalan keburukan. Karena tidak ada keberuntungan yang lebih besar, selain surga.

Demikianlah penjelasan yang bisa saya sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat bagi saudara sekalian. Wasalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 2

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Para jemaah yang dimuliakan oleh Allah Swt, kematian adalah bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Tidak ada yang pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita sekalian sebagai hamba Allah Swt. Pada hari yang dirahmati oleh Allah Swt ini, izinkanlah saya menyampaikan ceramah singkat untuk kita semua dalam menghadapi kematian.

Ingatlah bahwa di dunia ini ada kehidupan dan ada pula kematian. Kematian adalah takdir yang sudah pasti dan tidak bisa kamu negosiasikan. Kematian sendiri merupakan gerbang pertama yang harus kamu lewati untuk mencapai akhirat.

Prosesnya tidaklah mudah karena Rasulullah saw bersabda dalam HR. Bukhari:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya di dalam kematian terdapat rasa sakit.”

Ketika nyawa dicabut napas kita akan tersenggal, mulut terkunci, anggota badan kita tanpa daya, dan pintu taubat pun tertutup.

Pada saat itu tak ada yang bisa menghindarkan kita dari sakaratul maut.

Oleh sebab itu, tanyakan pada diri kita sendiri, sudah siapkah kita menghadapi kematian? Sudah cukupkah bekal yang kita miliki selama ini? Pantaskah kita untuk bertemu Rabb kita? Layakkah kita untuk ditempatkan di dalam surga beserta kemewahan di dalamnya?

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang beriman yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat sehingga kita bisa mati dengan husnul khatimah. Mati dengan ridha dari Allah Swt.

Sebagaimana bunyi ayat 27-30 dalam surah Al-Fajr, “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku,”

Demikianlah ceramah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga kita semua senantiasa selalu berbuat kebaikan di dunia. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: 2 Contoh Ceramah Lucu tentang Akhlak untuk Menghibur Audiens

Demikian dua contoh ceramah tentang kematian bikin nangis yang bisa disimak. (Anne)