2 Tes Penilaian Kebugaran Jasmani Sederhana yang Dapat Dilakukan Masyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat bisa melakukan tes kebugaran jasmani untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik masing-masing. Salah satu bentuk tes penilaian kebugaran jasmani yang sederhana dan dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat adalah tes fleksibilitas.
Setiap orang memiliki tingkat kebugaran fisik yang berbeda-beda. Ada beberapa bentuk tes sederhana yang bisa dilakukan oleh semua orang.
Salah Satu Bentuk Tes Penilaian Kebugaran Jasmani yang Sederhana dan Dapat Dilakukan oleh Semua Lapisan Masyarakat adalah Tes Fleksibilitas
Mengutip dari Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan SMP Kelas IX, Muhajir (2007:189), kebugaran jasmani adalah bagian dari keseluruhan kemampuan (total fitness). Tes ini memiliki beberapa unsur seperti kekuatan, daya, kecepatan, kelenturan, kelincahan, dan daya tahan.
Salah satu bentuk tes penilaian kebugaran jasmani yang sederhana dan dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat adalah tes fleksibilitas. Berikut penjelasan dan bentuk tes penilaian kebugaran jasmani lainnya.
1. Tes Fleksibilitas
Terdapat beberapa tes yang digunakan untuk menilai kelenturan tubuh. Salah satunya adalah gerakan menyentuh jempol kaki dengan tangan sambil duduk. Berikut langkahnya.
Duduk dan luruskan kaki ke depan.
Angkat tangan ke atas.
Secara perlahan, turunkan tangan dan badan mendekati lutut, ujung jari tangan berusaha menyentuh ujung jari kaki.
Jika berhasil melakukan hal ini, berarti punggung bawah dan paha belakang cukup lentur.
2. Menghitung Detak Jantung Ketika Istirahat
Tes sederhana yang mudah dilakukan berikutnya adalah menghitung detak jantung ketika istirahat. Tes ini berguna untuk mengetahui kebugaran jasmani aerobik.
Orang dewasa normalnya memiliki detak jantung 60 - 100 kali per menit. Apabila kurang, bisa saja hal tersebut menandakan adanya gangguan listrik jantung.
Sedangkan, jika detak jantung lebih tinggi, bisa saja penyebabnya dari faktor psikis, aktivitas fisik, dan lainnya. Berikut cara menghitung detak jantung.
Sentuh pembuluh darah di samping tenggorokan atau di bagian bawah telapak tangan dengan jari telunjuk dan jari tengah.
Jika sudah bisa merasakan denyut nadi, lihat ke arah jam.
Hitung detak jantung selama 15 detik sambil melihat jam.
Jumlah denyut yang didapat dikalikan dengan 4 untuk mendapat jumlah denyut per menit.
Baca juga: Alasan Mengapa Kita Butuh Menjaga Kebugaran Jasmani
Salah satu bentuk tes penilaian kebugaran jasmani yang sederhana dan dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat adalah tes fleksibilitas. Selain tes tersebut, menghitung detak jantung ketika istirahat juga mudah dilakukan. (KRIS)
