Konten dari Pengguna

3 Adab Bertamu ke Tetangga sesuai dengan Syariat Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi adab bertamu ke tetangga. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi adab bertamu ke tetangga. Sumber: pexels.com

Sebagai makhluk sosial, hidup bertetangga adalah hal yang lumrah terjadi. Adapun dalam ajaran Islam, telah dijelaskan mengenai adab bertamu ke tetangga yang penting untuk diketahui serta dilakukan oleh setiap muslim.

Tentu saja adab-adab dalam syarat ajaran Islam ini tetap mengutamakan norma kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, adab tersebut tidak hanya berlaku saat bertamu ke tetangga yang beragama Islam, tetapi dapat berlaku secara universal.

Adab Bertamu ke Tetangga sesuai Syariat Islam

Ilustrasi adab bertamu ke tetangga. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Fiqih Bertetangga, Fathiy Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy, M. Iwan Januar, dan Rosyid Aziz (2021), berikut ini adalah beberapa adab bertamu ke tetangga yang sesuai dengan syariat Islam dan wajib dilakukan oleh setiap muslim.

1. Mengucapkan Salam

Tak jarang seseorang mengabaikan ucapan salam kepada orang yang mungkin terlalu dekat, seperti saudara atau teman. Padahal Nabi Muhammad saw. telah mengajarkan kepada umatnya untuk sentiasa memberi salam saat bertamu dan meminta izin untuk masuk.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Surat An-Nuur ayat 27 yang berbunyi sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُونَ

Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat."

2. Mengetuk Pintu dengan Sopan

Adab yang selanjutnya adalah mengetuk pintu dengan sopan. Tujuannya agar pemilik rumah tidak merasa terganggu. Maka dari itu, disarankan untuk mengetuk pintu sekadarnya seperti yang diceritakan oleh Anas bin Malik ra dalam hadis berikut.

إن أبواب النبي صلى الله عليه وسلم كانت تقرع بالأظافير

Artinya, "Kami di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku." (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod bab Mengetuk Pintu)

3. Memperhatikan Batas Waktu Bertamu

Sering kali seseorang menjadi lupa waktu ketika berkunjung ke rumah kerabat atau teman. Padahal saat seseorang bertamu terlalu lama, dikhawatirkan akan memberi rasa tidak nyaman dan juga membebani si penerima tamu. Nabi Muhammad saw. bersabda sebagai berikut.

الضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ وَلاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُقيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قاَلُوْا يَارَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يُؤْثِمَهُ؟ قَالَ :يُقِيْمُ عِنْدَهُ وَلاَ شَيْئَ لَهُ يقْرِيْهِ بِهِ

Artinya, "Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya." Para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?" Rasulullah saw. berkata, "Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya." (HR Baihaqi)

Baca Juga: 2 Syarat Diterimanya Ibadah Muslim oleh Allah Swt.

Itulah tiga adab bertamu ke tetangga yang wajib diperhatikan oleh setiap muslim. Jadi, jangan sampai justru mengganggu ketenangan dan waktu istirahat orang yang menerima tamu, ya. (Anne)