Konten dari Pengguna

3 Adab Menerima Tamu dalam Islam Sesuai Sunnah Nabi Muhammad saw

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi adab menerima tamu dalam Islam. Foto: Pexels/Meruyert Gonullu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi adab menerima tamu dalam Islam. Foto: Pexels/Meruyert Gonullu

Agama Islam telah mengajarkan berbagai adab dalam kegiatan sehari-hari, salah satunya adalah menerima tamu. Terlebih lagi, terdapat beberapa adab menerima tamu dalam Islam yang patut diterapkan.

Menyambut tamu dengan adab bisa mendatangkan pahala. Selain itu, adanya tamu dapat mendatangkan keberkahan bagi tuan rumah sehingga patut untuk dijamu dengan baik.

Adab Menerima Tamu dalam Islam yang Diajarkan Nabi Muhammad saw

Ilustrasi adab menerima tamu dalam Islam. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Menjamu tamu merupakan salah satu adab dalam agama Islam. Sebagaimana dalam hadis dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw. bersabda:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari no. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim no. 47)

Terdapat beberapa adab menerima tamu dalam Islam yang diajarkan Nabi Muhammad saw, seperti yang dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, yakni.

1. Menyambut Kedatangan dengan baik

Saat ada orang yang mengetuk pintu, memencet bel, hingga mengucapkan salam, segera menjawab salam dan segera memberikan sambutan dengan ceria serta ramah. Senyum ceria merupakan ekspresi menyambut tamu dengan senang hati.

Sebagaimana dalam hadis dari Ibnu Abbas menyampaikan,

“Tatkala rombongan ‘Abdul Qais tiba di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengucapkan:

“Selamat datang para utusan yang datang tanpa penghinaan dan penyesalan.”” (HR. Bukhari no. 6176 dan Muslim no. 17)

2. Membuka Pintu sebelum Tamu Datang

Apabila mengetahui seseorang ingin bertamu, segera untuk membuka pintu masuk. Sebab, Alllah Swt. memuliakan hamba-Nya yang beriman dengan membukakan pintu-pintu surga sebelum tiba. Allah Swt. berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا

Artinya: “Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka.” (QS. Az-Zumar: 73)

3. Menjamu Tamu dengan Baik

Saat menerima tamu, jamulah dengan yang terbaik. Bahkan, Nabi Muhammad saw. saat menjamu tamunya non muslim memerintahkan untuk mendatangkan seekor kambing untuk diperah. Bahkan, susu yang diberikan dari tujuh kambing.

Sebagaimana dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah, ia berkata:

Terhadap tamu non muslim pun beliau menjamu. Dari Abu Hurairah, ia berkata:

“Seorang kafir datang bertamu kepada Rasulullah SAW. Maka beliau memerintahkan untuk mendatangkan seekor kambing untuk diperah, orang kafir itu lalu meminum perahan susunya. Lalu diperahkan dari kambing yang lain, dan ia meminumnya. Lalu diperahkan dari kambing lain lain, dan ia meminumnya lagi, hingga menghabiskan susu dari tujuh kambing. Keesokkan harinya orang itu masuk Islam. Rasulullah SAW menyuruh agar kambing beliau diperah. Dia pun minum air susunya, kemudian beliau memerahkannya lagi namun dia tidak sanggup menghabisinya. Sehingga Rasulullah SAW bersabda: “Seorang mukmin minum dengan satu usus sedangkan orang kafir minum dengan tujuh usus.”” (HR. Malik no. 1443)

Baca Juga: 4 Adab Bertamu menurut Islam yang Bisa Diterapkan

Dengan mengetahui adab menerima tamu dalam Islam sesuai sunah Nabi Muhammad saw., dapat dipraktikkan ketika seseorang bertamu. Namun dalam menjamu tidak diperkenankan untuk berlebihan sesuai dengan kemampuan dan keadaan.(MZM)