3 Alasan Sumber Pangan Lokal Lebih Ramah Lingkungan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan? Jelaskan disertai bukti! Pertanyaan seperti itu kerap muncul dalam pembahasan seputar pangan dan/atau pembahasan seputar penanganan masalah lingkungan.
Pengoptimalan sumber pangan lokal dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah pangan serta lingkungan karena memiliki dampak nyata. Contoh dampak yang dapat terjadi adalah pengurangan pencemaran emisi karbon.
Mengapa Sumber Pangan Lokal Lebih Ramah Lingkungan? Jelaskan Disertai Bukti! Ini 3 Alasannya
Dikutip dari Panduan Pembuatan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal, Ambarwati, dkk. (2024: 30), bahan pangan lokal merupakan sumber pangan yang mudah didapatkan, diproduksi, atau dipanen di sekitar wilayah tempat tinggal dan dikonsumsi oleh masyarakat sekitar.
Sumber pangan lokal Indonesia mencakup banyak jenis, seperti beras, singkong, ubi jalar, jagung, talas, pisang, labu kuning, serta sagu. Sumber pangan tersebut membutuhkan pengelolaan yang baik untuk menjaga ketahanan pangan serta lingkungan.
Mengapa sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan? Jelaskan disertai bukti! Pengelolaan sumber pangan lokal dapat menjaga lingkungan karena banyak faktor. Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan.
1. Pengurangan Emisi Karbon
Pengoptimalan sumber pangan lokal dapat membantu upaya mengurangi emisi karbon dari transportasi (darat, laut, dan/atau udara). Emisi karbon akan kian besar bila negara menggantungkan pangan dari sumber pangan impor atau luar negeri.
Dikutip dari buku Eating Clean, Tumiwa-Bachrens (2022: 187), alat-alat transportasi yang digunakan dalam kegiatan ekspor impor makanan sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil yang mengeluarkan karbon dioksida yang banyak menyumbang perubahan iklim serta pemanasan global.
2. Pengurangan Penggunaan kemasan
Pendistribusian pangan antarnegara juga membutuhkan pengemasan yang banyak. Salah satu contoh adalah membutuhkan pengemasan berlapis untuk melindungi kualitas pangan yang dikirim.
Pengemasan satu jenis makanan memungkinkan untuk memuat beberapa bahan, seperti:
Plastik jenis PE (Polyethylene), PP (Polypropylene), atau PET (Polyethylene Terephthalate);
Kertas;
Karton;
Kaca; dan/atau
Kayu.
3. Pelestarian Ekosistem Lokal
Dikutip dari jurnal Dampak Impor Kedelai Berkelanjutan terhadap Ketahanan Pangan, Supadi (2009: 100), adanya impor kedelai yang sebenarnya dapat diproduksi petani dalam negeri membuat turunnya semangat untuk meningkatkan produksi. Kondisi itu merupakan dampak yang dapat terjadi.
Berbeda lagi jika ada upaya pengoptimalan sumber pangan lokal. Pengoptimalan sumber pangan lokal dapat meningkatkan semangat petani serta menjaga pelestarian ekosistem lokal, seperti padi, ubi jalar, sagu, jagung, serta tanaman pangan lainnya.
Baca juga: Mengenal Tumbuhan Gadung, Sumber Pangan Alternatif yang Kaya Benefit
Mengapa sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan? Jelaskan disertai bukti! Pertanyaan ini memiliki jawaban yang beragam. Satu dampak yang nyata adalah pengoptimalan sumber pangan lokal dapat meminimalkan emisi karbon akibat proses transportasi. (AA)
