3 Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif dalam Masyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Interaksi Sosial merupakan materi IPS untuk siswa kelas 7. Siswa akan mempelajari proses sosial dan mengidentifikasi bentuk interaksi sosial disosiatif.
Interaksi sosial merupakan bagian dari proses sosial dalam masyarakat. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan kelompok.
Mengidentifikasi Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif dalam Individu dan Kelompok
Interaksi sosial terdiri atas dua jenis, yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Dikutip dari buku Explore IPS Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII, Mulya, Yuliana, Nina Andini (2019:96), berikut hasil ulasan yang didapat dalam mengidentifikasi bentuk interaksi sosial disosiatif.
1. Persaingan (Competition)
Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia saling bersaing mencari keuntungan tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.
Persaingan mempunyai dua tipe umum, yaitu.
Persaingan pribadi, adalah individu yang secara langsung bersaing untuk memperoleh tujuan tertentu. Misalnya, memperoleh kedudukan tertentu di dalam suatu organisasi.
Persaingan tidak pribadi, yaitu pihak yang langsung bersaing adalah kelompok.
Tipe-tipe umum tersebut akan menghasilkan beberapa bentuk persaingan, antara lain sebagai berikut.
Persaingan ekonomi.
Persaingan kebudayaan.
Persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan peran tertentu dalam masyarakat.
Persaingan karena perbedaan ras.
Persaingan yang dilakukan mempunyai empat tujuan, yaitu.
Untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat kompetitif.
Sebagai jalan di mana keinginan, kepentingan, dan nilai-nilai yang ada dan menjadi pusat perhatian, dapat tersalurkan dengan baik.
Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar sosial.
Sebagai alat untuk menyaring warga golongan-golongan karya dalam rangka pembagian kerja.
Selain mempunyai tujuan, persaingan juga mempunyai hasil tertentu, yaitu perubahan kepribadian seseorang, kemajuan, solidaritas kelompok, dan disorganisasi.
2. Kontravensi (Contravention)
Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan konflik. Kontravensi ditandai dengan adanya rasa tidak senang, atau kebencian seseorang terhadap kepribadian orang lain.
Contoh kontravensi adalah ketika pemerintah menetapkan suatu kebijakan baru, tetapi ada beberapa pihak yang tidak menyetujuinya, sehingga berkembang rasa tidak suka kepada pemerintah.
3. Pertentangan (Konflik atau Pertikaian)
Konflik adalah suatu proses sosial yang melibatkan orang-orang atau kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan tertentu, yang disertai dengan ancaman kekerasan.
Konflik yang terjadi dalam masyarakat biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut.
Perbedaan budaya yang melatarbelakangi sikap atau pendirian kelompok.
Perbedaan sikap atau pendirian yang tidak terkendali oleh akal.
Bentrokan kepentingan, misalnya dalam bidang ekonomi dan politik.
Perubahan sosial yang diiringi perubahan sikap tentang nilai tertentu akibat perubahan.
Baca juga: Memahami Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Terdapat pembagian dalam mengidentifikasi bentuk interaksi sosial disosiatif. Bentuk interaksi sosial disosiatif terdiri atas persaingan, kontravensi, dan konflik. (DK)
