3 Contoh Penerapan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang Tepat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, ada banyak sekali program yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan penerapan asesmen dalam kurikulum tersebut. Adapun salah satu contoh penerapan asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang tepat adalah mengikuti prinsip asesmen yang sudah ada.
Dengan melakukan penerapan asesmen secara maksimal, maka hasil yang diperoleh juga akan maksimal. Oleh karena itulah, sangat penting bagi tenaga pendidik untuk memahami pentingnya penerapan asesmen dengan baik.
Contoh Penerapan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang Tepat
Mengutip dari buku Asesmen Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka: Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Yusuf Baruta dan M. Hidayat (2023:7), Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Adapun contoh penerapan asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang tepat adalah sebagai berikut.
1. Asesmen menjadi Bagian Terpadu
Asesmen merupakan bagian terpadu dari beberapa proses yang ada dalam pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk menentukan strategi pembelajaran pada tahap selanjutnya. Beberapa contoh penerapannya antara lain:
Pendidik memberikan dukungan verbal untuk menstimulasi pola pikir peserta didik.
Pendidik mengikutsertakan peserta didik untuk melakukan asesmen.
Pendidik membuat rancangan asesmen demi mendorong peserta didik meningkatkan kompetensinya melalui asesmen.
2. Asesmen Dilakukan dan Dirancang sesuai Fungsi
Asesmen harus dilakukan dan dirancang sesuai dengan fungsi yang ada. Tujuannya adalah untuk menentukan waktu pelaksanaan dan teknik asesmen yang tepat dan efektif. Contoh penerapannya antara lain:
Pendidik merencanakan tujuan pembelajaran saat merancang asesmen dan memberi kejelasan kepada peserta didik tentang tujuan asesmen.
Pendidikan menggunakan berbagai teknik asesmen yang sudah ada selagi sesuai dengan tujuan dan fungsi dari asesmen.
3. Asesmen Dibuat Adil, Proporsional, Valid, dan Terpercaya
Asesmen perlu dirancang secara adil, proporsional, valid, dan terpercaya. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kemajuan belajar, menentukan langkah selanjutnya, dan menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan tujuan berikutnya. Beberapa contoh penerapannya antara lain:
Pendidik menggunakan hasil asesmen sebagai acuan untuk menindaklanjuti pembelajaran.
Pendidik bekerjasama untuk merancang asesmen agar dapat menggunakan kriteria yang sesuai dengan tujuan dari asesmen.
Baca Juga: 5 Perubahan Struktur Kurikulum pada Kurikulum Merdeka di Jenjang SMP
Itulah penjelasan tentang contoh penerapan asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang tepat. (Anne)
