Konten dari Pengguna

3 Hukum Bacaan Mim Mati beserta Contohnya dalam Ilmu Tajwid

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hukum Bacaan Mim Mati, sumber gambar: Unsplash/Aqwam Jembatan Ilmu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hukum Bacaan Mim Mati, sumber gambar: Unsplash/Aqwam Jembatan Ilmu

Hukum bacaan mim mati ada tiga dalam ilmu tajwid. Hal ini perlu dipahami untuk memudahkan dalam membaca dan memahami bacaan dalam Al-Qur'an.

Bacaan mim mati berlaku saat mim mati bertemu dengan huruf hijaiyah tertentu. Hukum ini hampir sama dengan hukum bacaan nun mati atau sukun dan tanwin. Agar lebih paham, penting mengetahui jenis-jenis dan contoh bacaannya.

Hukum Bacaan Mim Mati

Ilustrasi Hukum Bacaan Mim Mati, sumber gambar: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Hukum bacaan mim mati terdiri dari beberapa jenis. Mim mati merupakan mim yang memiliki harakat sukun atau mim yang tidak berharakat. Alhasil, huruf tersebut tidak dapat dibunyikan, kecuali diawali dengan huruf lain yang hidup. Adapun jenis-jenis hukum bacaan mim sukun yakni sebagai berikut:

1. Ikhfa' Syafawi

Mengutip buku Panduan Lengkap Belajar Ilmu Tajwid Otodidak oleh Isham Muflih (2020), ikhfa' artinya menyamarkan, sedangkan syafawi artinya bibir. Jadi, ikhfa syafawi artinya menyamarkan bacaan di bibir karena hurufnya keluar dari bibir.

Hukum bacaan ini ada karena mim mati bertemu dengan huruf ba (ب). Cara membacanya yaknk dengan menyamarkan bacaan mim mati di bibir sembadi didengungkan. Contoh kalimat yang mengandung hukum bacaan ikhfa’ Syafawi yaitu:

  • Surat Al-Baqarah ayat 8: وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ

  • Surat An-Nisa ayat 23: دَخَلْتُمْ بِهِنَّ

  • Surat Al-Fil ayat 4: تَرْمِيهِم بِحِجَا

2. Idgham Mimi

Idgham mimi atau idgham mutamatsilain merupakan hukum bacaan yang berlaku jika mim mati (مْ) bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya yaknk seperti membaca mim yang ditasyidkan atau mim rangkap.

Jadi, cara membacanya menjadi satu, seakan menjadi mim bertasydid yang dengan disertai dengungan (ghunnah). Contoh kalimat yang mengandung hukum bacaan idgham mimi yaitu:

  • Surat Al- Mutafifin ayat 4: قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا

  • Surat Al-Humazah ayat 8: عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ

  • Surat Al-Qadr ayat 4: رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

3. Izhar Syafawi

Izhar artinya menjelaskan menyamarkan, sedangkan syafawi artinya bibir. Jadi, izhar syafawi artinya membaca jelas dengan bibir. Hukum bacaan ini terjadi saat mim mati bertemu denban huruf-huruf hijaiyah selain mim (مْ) dan ba (ب).

Cara membacanya yakni dengan melafalkan mim mati dengan jelas di bibir dengan mulut tertutup. Contoh kalimat yang mengandung hukum bacaan Izhar syafawi yaitu:

  • Surat Al-Lahab ayat 4: وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

  • Syarat Al-Quraisy ayat 2: إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْف

  • Surat Al-Kafirun ayat 3: وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Baca juga: Tiga Contoh Hukum Bacaan Ghunnah dalam Ilmu Tajwid

Hukum bacaan mim mati yang dijelaskan di atas bisa dijadikan panduan dalam membaca Al-Qur'an. Dengan begitu, maka cara membacanya sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. (DLA)