Konten dari Pengguna

3 Jenis Status Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis status sosial - Sumber: unsplash.com/@derstudi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis status sosial - Sumber: unsplash.com/@derstudi

Terdapat beberapa jenis status sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Status sosial adalah posisi atau kedudukan seseorang dalam struktur masyarakat yang mencerminkan peranan, hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya dalam berbagai konteks sosial.

Status sosial menentukan bagaimana individu diperlakukan dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, juga mempengaruhi bagaimana mereka dianggap dan dihargai dalam masyarakat.

Apa Saja Jenis Status Sosial?

Ilustrasi jenis status sosial - Sumber: pixabay.com/sasint

Setiap status sosial datang dengan serangkaian hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh individu. Misalnya, seorang guru memiliki kewajiban untuk mengajar dan membimbing siswa, serta hak untuk dihormati dan menerima gaji.

Berdasarkan buku Pengantar Sosiologi, Siti Kholifah, dkk, (2021), status sosial merupakan bagian penting dari identitas individu dalam kehidupan. Orang sering mendefinisikan diri mereka dan orang lain berdasarkan status sosial yang mereka miliki.

Dalam kehidupan masyarakat, status sosial dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan berbagai faktor seperti kelahiran, pencapaian, dan peranan. Berikut adalah tiga jenis status sosial utama yang perlu dipahami.

1. Status Ascribed (Status yang Diperoleh Secara Otomatis)

Status ini adalah status sosial yang diperoleh seseorang secara otomatis sejak lahir. Tanpa adanya pengaruh dari usaha atau pencapaian pribadi. Contohnya, status berdasarkan keturunan, jenis kelamin, ras, atau kasta.

Misalnya, seseorang yang lahir dalam keluarga bangsawan secara otomatis memiliki status sosial yang lebih tinggi dibandingkan orang yang lahir dalam keluarga biasa.

2. Status Achieved (Status yang Dicapai)

Ini adalah status sosial yang diperoleh melalui usaha, kerja keras, dan pencapaian individu. Status ini mencerminkan prestasi dan kemampuan seseorang. Contohnya adalah status yang diperoleh melalui pendidikan, karir, atau prestasi khusus.

Misalnya, seseorang yang menjadi dokter, pengacara, atau atlet terkenal karena usaha dan pencapaiannya sendiri.

3. Status Assigned (Status yang Ditugaskan)

Status ini adalah status sosial yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat berdasarkan peranan atau tanggung jawab tertentu. Contohnya, status yang diperoleh melalui jabatan atau peranan tertentu dalam masyarakat, seperti kepala desa, ketua organisasi, atau pimpinan perusahaan.

Baca Juga: Perbedaan Mobilitas Vertikal dan Mobilitas Horizontal dalam Status Sosial

Ketiga jenis status sosial tersebut memainkan peran penting dalam struktur sosial dan dinamika interaksi antarindividu dalam masyarakat. Masing-masing status dapat memengaruhi cara seseorang diperlakukan dan berinteraksi, serta menentukan hak, kewajiban, dan peluang dalam kehidupan sosial. (DNR)