3 Kelemahan Teori Atom Niels Bohr dalam Ilmu Kimia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa kelemahan Teori Atom Niels Bohr? Kelemahan teori atom dari Niels Bohr adalah hanya dapat menjelaskan spektrum atom sederhana. Mari simak uraian berikut untuk mengetahui 3 kelemahan Teori Atom Niels Bohr secara lengkap.
Baca juga: Mengenal Teori Atom Dalton Beserta Kelebihan dan Kekurangannya
3 Kelemahan Teori Atom Niels Bohr
Kamu tentu telah mengetahui bahwa ada banyak ilmuwan yang menjelaskan tentang atom. Mulai dari Teori Atom Thomson, Rutherford, Niels Bohr, hingga Dalton, semuanya memiliki sumbangsih penting dalam penjelasan atom dalam ilmu kimia.
Masing-masing teori atom tentu memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Kali ini, kita akan memulai pembahasan yang sesuai dengan judul artikel, yaitu 3 kelemahan Teori Atom Niels Bohr.
Apa kelemahan dari Teori Atom Niels Bohr? Mengutip dari buku karya Trisnowati, dkk. (2019: 397) yang berjudul Bongkar Pola Soal UNBK SMA/MA IPA 2020, berikut adalah tiga kelemahan dari Teori Atom Niels Bohr.
Hanya mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen, tetapi tidak mampu menjelaskan spektrum atom yang lebih kompleks.
Orbit/kulit elektron mengelilingi inti atom bukan berbentuk lingkaran melainkan berbentuk elips.
Bohr menganggap elektron hanya sebagai partikel bukan sebagai partikel dan gelombang sehingga kedudukan elektron dalam atom merupakan kebolehjadian.
Itulah tiga kelemahan dari teori atom yang dikemukakan oleh Niels Bohr. Walaupun memiliki kelemahan, Teori Atom Niels Bohr tetap memiliki peran penting dalam ilmu kimia.
Penjelasan tentang Teori Atom Niels Bohr dalam Ilmu Kimia
Teori Atom Niels Bohr memiliki peran penting dalam ilmu kimia sebab mampu menjelaskan model atom yang berdasarkan teori kuantum guna menjelaskan spektrum hidrogen. Astuti (2009: 82) dalam bukunya yang berjudul Cepat Tuntas Kuasai Kimia untuk SMP menjelaskan bahwa,
Menurut Niels Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.
Bohr juga menjelaskan bahwa atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya, terdapat peredaran elektron-elektron yang bermuatan negatif. Bohr mempunyai anggapan bahwa elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan yang lebih tinggi jika menyerap energi.
Ya, itulah penjelasan singkat tentang teori atom dari Niels Bohr. Sekian uraian kali ini, selamat lanjut belajar kimia dan menjadi ilmuwan hebat, ya! (AA)
