Konten dari Pengguna

3 Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah sebagai Amalan Bulan Dzulhijjah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa tarwiyah dan arafah. Foto: unsplash.com/masjidmpd
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa tarwiyah dan arafah. Foto: unsplash.com/masjidmpd

Dzulhijjah merupakan bulan yang menyimpan banyak sekali amalan yang memiliki banyak keutamaan, mulai dari ibadah haji maupun berkurban. Namun bagi umat Muslim yang belum diberi kesempatan mengikutinya, terdapat amalan lain yang juga memiliki keutamaan yang begitu besar, salah satunya adalah menunaikan puasa tarwiyah dan arafah. Lantas apa sajakah keutamaan puasa tarwiyah dan arafah? Berikut informasinya.

3 Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah sebagai Amalan Bulan Dzulhijjah

Dzulhijjah adalah bulan yang ke dua belas atau bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Dzulhijjah juga merupakan satu dari empat bulan haram, di mana setiap amalan yang dilakukan umat Muslim akan dilipatgandakan Allah SWT. Menunaikan puasa tarwiyah dan arafah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan.

Dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin al-Qurawy (2018), istilah tarwiyah berasal dari bahasa Arab tarawwa yang artinya membawa bekal air. Hal ini dikarenakan para jamaah haji membawa bekal air zamzam untuk persiapan menuju padang Arafah dan Mina sebagai rangkaian ibadah haji. Ada juga yang mengatakan bahwa puasa tarwiyah disebabkan oleh mimpi Nabi Ibrahim As untuk menyembelih anaknya pada 8 Dzulhijjah.

Sedangkan Arafah adalah salah satu pelaksanaan rukun Haji, tepatnya menaiki bukit Arafah untuk melaksanakan wukuf. Sehingga bagi umat Muslim yang tidak menjalankan ibadah tersebut akan terlibat secara psikis betapa beratnya orang yang menunaikan ibadah haji dengan melaksanakan puasa.

Baca Juga: Bacaan Niat Buka Puasa Tarwiyah dan Arafah Menjelang Idul Adha

Ilustrasi keutamaan puasa tarwiyah dan arafah. Foto: unsplash.com/agusprasetyow

Adapun 3 keutamaan dari puasa tarwiyah dan arafah yang dikerjakan pada 8 dan 9 Dzulhijjah yakni:

Amalan yang Sangat Dicintai Allah SWT

10 Dzulhijjah pertama merupakan hari-hari yang sangat Allah SWT. Bahkan, amalan yang dilakukan pada hari-hari tersebut lebih baik dari jihad di jalan Allah. Seperti yang dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbas, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah pun tidak bisa mengalahkan kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali sedikit pun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)

Diampuni Dosa 2 Tahun

Dengan menunaikan puasa 1 hari saja, seseorang sudah mendapatkan ampunan dua tahun, lebih tepatnya satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Sebagaimana yang dijelaskan Abu Qotadah, Rasulullah SAW bersabda,

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Terbebas dari Api Neraka

9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari di mana Allah SWT banyak membebaskan seseorang dari neraka. Maka dari itu, dianjurkan untuk menjalankan berbagai amalan di di 9 Dzulhijjah, salah satunya dengan berpuasa. Rasulullah SAW bersabda,

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seorang dari neraka adalah hari arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang dinginkan oleh mereka?’” (HR. Muslim 1348)

Semoga informasi mengenai keutamaan puasa tarwiyah dan arafah menambah semangat untuk menunaikan amalan sunnah ini.(MZM)