Konten dari Pengguna

3 Materi Kultum Singkat yang Menarik tentang Pentingnya Selalu Berbuat Kebaikan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyampaikan kultum singkat tentang pentingnya selalu berbuat kebaikan. Foto: pexels.com/a-darmel
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyampaikan kultum singkat tentang pentingnya selalu berbuat kebaikan. Foto: pexels.com/a-darmel

Umat Muslim di Indonesia tentu sudah familiar dengan istilah kultum alias kuliah tujuh menit. Kultum kerap dilakukan saat bulan Ramadhan tiba sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Namun dalam perkembangannya, kultum tidak dilakukan saat bulan Ramadhan saja. Berbagai kegiatan agama yang membutuhkan ceramah dalam waktu singkat juga kerap menyajikan kultum.

Untuk memahaminya lebih lanjut, simak pengertian kultum, manfaat, dan contoh materi kultum singkat menarik yang bisa dijadikan referensi.

Baca juga: Ceramah Ramadhan Singkat : Pentingnya Memanfaatkan Waktu dengan Baik

Apa Itu Kultum Singkat?

Apa itu kultum ceramah? Prie G. S dalam buku Merenung Sampai Mati (2004:154) menuliskan, kultum adalah media dakwah yang dilaksanakan secara singkat berkenaan dengan nasihat agama Islam kepada khalayak ramai.

Di bulan Ramadhan, kultum menjadi ceramah yang sering didengar. Sebab, metode ceramah yang satu ini biasa digunakan setelah shalat subuh maupun sebelum shalat tarawih.

Meski dinamakan kuliah tujuh menit, durasi kultum tergantung masing-masing khotibnya. Ada yang melaksanakan kultum selama tiga menit, lima menit, tujuh menit, atau bahkan 30 menit.

Biasanya, khotib juga akan melihat siapa pendengarnya. Jika pendengarnya sudah memasuki usia dewasa, materi kultum yang dibahas akan lebih berat. Berbeda dengan kultum singkat untuk anak SD yang temanya mudah dipahami.

Baca juga: Contoh Teks Pidato Singkat tentang Kebersih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengisi ceramah salat tarawih di Masjid Kampus UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (7/4/2022). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Apa manfaat kultum?

Mengutip buku 100 Anekdot Ubudiyah oleh Sukendra Martha, kultum disampaikan untuk menambah pemahaman umat Muslim mengenai ilmu agama. Melalui kultum, diharapkan kaum Muslimin senantiasa mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Manfaat kultum juga bergantung pada tema yang dibawakan. Misalnya kultum singkat tentang puasa, berarti tujuannya untuk mengingatkan umat Muslim kewajiban berpuasa dan apa saja keutamaan yang akan didapatkan.

Ada pula kultum singkat tentang kematian yang menyadarkan bahwa kematian adalah sesuatu yang akan terjadi dan harus dihadapi. Biasanya, melalui kultum dengan tema ini, khotib turut menyertakan amalan-amalan yang bisa dilakukan umat Muslim sebagai bekal di akhirat.

Baca juga: Contoh Teks Ceramah tentang Maulid Nabi yang Singkat dan Mudah Dipahami

Apa Itu Kultum Ramadhan?

Umat muslim mendengarkan ceramah usai salat Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/5/2021). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Kultum Ramadhan adalah kultum yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Sudah disinggung sebelumnya bahwa kultum Ramadhan umumnya dibaca menjelang buka puasa tiba atau sebelum shalat tarawih.

Karena dilaksanakan saat bulan suci, tema yang diangkat dalam kultum ini kebanyakan mengenai ibadah-ibadah Ramadhan. Sebagai contoh, tentang pentingnya berpuasa, bagaimana meraih Lailatul Qadar, atau kultum singkat tentang zakat beserta dalilnya.

Selain di bulan Ramadhan, kultum singkat kerap dibacakan saat Idul Adha. Kultum singkat tentang Idul Adha umumnya berisi tentang keutamaan berkurban.

Baca juga: Ceramah Singkat tentang Sabar Agar Memperkuat Iman kepada Allah SWT

3 Contoh Materi Kultum Singkat yang Menarik tentang Pentingnya Selalu Berbuat Kebaikan

Apabila Anda dipilih untuk memberikan kultum namun masih bingung materi apa yang akan disampaikan, Anda bisa menggunakan 3 materi kultum singkat yang menarik tentang pentingnya selalu berbuat kebaikan di bawah ini sebagai referensi.

Agar Setiap Kejadian Menjadi Kebaikan

Oleh: KH. Adullah Gymnastiar

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menerima taubat, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqomah dan meraih husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, tidak ada kejadian yang buruk jika bisa kita sikapi dengan baik. Bahkan sepahit apapun kejadian tersebut. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. berpesan, “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Mendapati kejadian yang baik pun jika tidak bersyukur maka sesungguhnya kejadian tersebut akan berbuah tidak baik. Karena karunia Allah yang tidak kita syukuri maka tidak akan menjadi kenikmatan dan tidak akan menjadi jalan keselamatan untuk kita. Berlimpah harta, naik pangkat, tapi tidak diiringi dengan sikap bersyukur kepada Allah, maka karunia yang berlimpah itu hanya akan menjadi beban dan mendatangkan keresahan.

Demikian juga dengan kejadian yang tidak menyenangkan, jika tidak dihadapi dengan sabar maka malah akan semakin mempersuram keadaan. Pikiran tersiksa, fisik menyusut, hati resah dan gelisah. Sedangkan jika kita menghadapinya dengan kesabaran, maka inilah ciri keimanan. Musibah yang dihadapi dengan sabar akan berbuah menjadi jalan kebaikan, ladang amal sholeh dan mendatangkan keberkahan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang terampil menyikapi setiap kejadian dengan sikap yang diridhoi Allah. Baik kejadian itu menyenangkan ataupun tidak seperti yang kita harapkan. Semoga kita tergolong orang-orang yang pandai bersabar dan bersyukur. Aamiin yaa Robbal ‘aalamin.

Ilustrasi mendengarkan kultum selalu berbuat kebaikan. Foto: pexels.com/anis-rahman-10044

Berbuat Baik

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Dzat Yang Maha Menciptakan langit, bumi dan segala apa yang ada di dalamnya. Tidak ada sekecil apapun kejadian kecuali atas izin-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, tujuan besar dari risalah kenabian Rasulullah Saw. adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhori, Ahmad, Hakim)

Boleh jadi pada masa jahiliyyah sebelum Islam datang, di sana sudah ada beberapa perbuatan baik yang berlaku di tengah masyarakat. Kemudian, Islam datang menyempurnakan supaya perbuatan-perbuatan baik itu menjadi akhlak mulia dan bernilai ibadah di hadapan Allah Swt.

Apa yang membuat suatu perbuatan baik menjadi akhlak mulia dan bernilai ibadah? Tiada lain adalah niatnya. Banyak orang yang berbuat baik, tapi karena ingin dipandang sebagai orang baik, atau berbuat baik supaya disukai atasan dan bisa naik jabatan, atau berbuat baik supaya dikagumi oleh orang yang diharapkan menjadi mertua, atau berbuat baik supaya orang lain hutang budi kepadanya. Dan, masih banyak perbuatan baik disebabkan motivasi duniawi lainnya.

Islam mengajarkan bahwa berbuat baik adalah sebagai ibadah, karena berbuat baik adalah amal yang Allah sukai. Kita tidak perlu mengharapkan penilaian, pujian, penghargaan dari makhluk atas perbuatan baik kita. Yang kita perlukan hanyalah penilaian Allah Swt. Berbuat baik bukan supaya orang lain suka kepada kita, tapi supaya Allah suka pada kita. Jika Allah suka pada kita, maka Allah Maha Kuasa untuk membuat makhluk-Nya menyukai kita.

Berbuat baik adalah contoh dari Rasulullah Saw. dan perbuatan yang disukai Allah Swt. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah, yang berbuat baik hanya karena mengharap ridho-Nya semata. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Baca juga: Kultum Ramadhan Terbaik tentang Keutamaan Membaca Alquran

Akhlak Baik dari Hati yang Baik

Alhamdulillah. Puji dan syukur hanya kepada Allah Swt. Beruntunglah orang yang senantiasa mendapat petunjuk Allah, semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw. bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu hati.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Akhlak yang baik bersumber dari hati yang baik. Hati yang bersih akan memancarkan akhlak yang mulia. Seperti teko, ia hanya mengeluarkan isi teko. Jika di dalamnya kopi maka akan keluar kopi, jika di dalamnya susu, maka akan keluar susu, jika di dalamnya air comberan maka itulah yang ia keluarkan.

Jadi kalau kita ingin punya akhlak yang baik, maka harus berjuang agar memiliki hati yang baik. Bagaimana agar memiliki hati yang baik, kuncinya adalah belajar dan bersungguh-sungguh. Ilmu akan sia-sia jika tidak dipraktikkan, ilmu akan percuma jika tidak diamalkan. Namun, amal juga akan menguap begitu saja jika tidak diiringi dengan keistiqomahan atau konsistensi.

Bagaimana agar hati kita senantiasa baik dan jernih. Kebaikan hati akan terjaga sesuai dengan kekuatan dzikir kita, yaitu ingatan kita kepada Allah Swt. Semakin hati kita penuh dengan dzikrulloh, maka hati akan lebih tenang dan bersih dari bibit-bibit penyakit hati. Salah satu bentuk dzikir adalah setiap ucapan dan sikap kita selalu dikaitkan kepada Allah. Setiap kali akan mengucapkan sesuatu atau melakukan sesuatu, bertanyalah kepada diri sendiri, “Kalau saya melakukan ini, Allah suka atau tidak?!”

Cara dzikir yang lain adalah dengan sering memeriksa niat, apakah kita sedang riya atau tidak, sombong atau tidak, mencari pujian manusia atau penilaian Allah, ikhlas atau mengharap pamrih manusia, dan seterusnya. Pegulatan hati kita yang seperti ini pasti diketahui oleh Allah dan jika kita mendekatkan diri kepada-Nya, niscaya Allah akan memudahkan kita memiliki hati yang bersih dan istiqomah dalam kemuliaan akhlak. Betapa beruntung orang yang senantiasa terbimbing oleh petunjuk Allah Swt. dan memiliki akhlak mulia. Semoga kita termasuk orang-orang yang demikian. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin

(MZM & ADS)