Konten dari Pengguna

4 Alasan yang Menyebabkan Sikap Percaya Diri Tidak Boleh Berlebihan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sikap Percaya Diri Tidak Boleh Berlebihan karena. Sumber: Unsplash/Tamara Bellis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sikap Percaya Diri Tidak Boleh Berlebihan karena. Sumber: Unsplash/Tamara Bellis

Percaya diri merupakan unsur yang dapat membuat manusia lebih yakin dalam menjalani kehidupan. Namun, percaya diri tidak boleh berlebihan. Sikap percaya diri tidak boleh berlebihan karena dapat memicu berbagai macam dampak negatif.

Salah satu contoh adalah membuat manusia menjadi sombong karena merasa dirinya mampu. Selain itu, sikap percaya diri yang berlebihan sering kali menimbulkan masalah dalam hubungan sosial, baik itu keluarga, pertemanan, maupun rekan kerja.

Sikap Percaya Diri Tidak Boleh Berlebihan karena Berdampak Negatif

Ilustrasi Sikap Percaya Diri Tidak Boleh Berlebihan karena. Sumber: Unsplash/KAL VISUALS

Manusia adalah makhluk yang terlahir dengan akal serta budi. Keadaan itu membuat manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki sikap kompleks, salah satunya percaya diri.

Dikutip dari buku Insecure No PD Yes 58 Tanya Jawab Bersama Kak Rosi, Utari (2020: 21), percaya diri adalah seseorang mengakui kemampuannya untuk melakukan sesuatu. Manusia membutuhkan sikap percaya diri agar yakin dalam menjalani hidup.

Walaupun demikian, sikap percaya diri tidak boleh berlebihan karena memiliki dampak negatif. Berikut adalah empat contoh dampak yang dapat timbul akibat percaya diri secara berlebihan.

1. Sombong

Rasa percaya diri yang berlebihan dapat membuat manusia menjadi sombong. Kondisi tersebut dapat terjadi karena terlampau yakin terhadap kemampuannya sehingga merasa diri lebih baik daripada orang lain.

2. Angkuh

Selaras dengan munculnya sikap sombong, percaya diri yang berlebihan juga dapat membuat manusia memiliki kesan angkuh. Kesan tersebut juga terbentuk akibat seseorang selalu merasa lebih baik daripada orang lain, bahkan menganggap rendah orang lain.

3. Masalah dalam Hubungan Sosial

Percaya diri yang berlebihan juga dapat memicu masalah dalam hubungan sosial, baik itu keluarga, pertemanan, percintaan, maupun rekan kerja. Keadaan itu dapat terjadi karena orang lain bisa saja merasa tidak nyaman atau tersakiti saat berinteraksi.

4. Abai terhadap Risiko

Dikutip dari buku Be A Moslempreneur, Arianto (2017: 60), akibat terlalu percaya diri dan semangat dengan idenya, pengusaha pun mengabaikan risiko yang ada. Hal itu juga dapat terjadi pada banyak orang (selain pengusaha).

Ketika terlalu yakin kepada kemampuan diri, seseorang dapat menganggap mudah setiap perkara. Hal itu mengakibatkan seseorang kurang persiapan dan mengabaikan risiko yang padahal bisa saja terjadi.

Baca juga: Apa Itu Denial yang Biasa Muncul dalam Konten Media Sosial? Ini Jawabannya

Berdasarkan pemaparan di atas, diketahui bahwa sikap percaya diri tidak boleh berlebihan karena memiliki dampak negatif. Contoh dampak percaya diri berlebihan adalah sikap sombong, angkuh, masalah dalam hubungan sosial, dan abai terhadap risiko. (AA)