4 Asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UU Nomor 12 Tahun 2011 mengatur tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Indonesia adalah negara hukum, sehingga semua urusan pemerintahan dari setiap aspek harus dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Hukum diwujudkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Peraturan perundang-undangan dibentuk berdasarkan beberapa asas.
UU Nomor 12 Tahun 2011 mengatur tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
UU Nomor 12 Tahun 2011 mengatur tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Dikutip dari situs resmi peraturan.bpk.go.id, berikut adalah pengertian peraturan perundang-undangan pada pasal 1 poin 2.
Peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang membuat norma hukum yang mengikat secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang-undangan.
Peraturan perundang-undangan disusun dengan beberapa tahapan, yaitu perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan atau penetapan, dan pengundangan. Tahapan tersebut wajib dilakukan agar pembentukan peraturan perundang-undangan dapat terlaksana.
Asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Mengutip dari Pembentukan Peraturan Daerah, Palullungan (2023:19), pada hakikatnya, penyusunan peraturan perundang-undangan dimaksudkan untuk mengatur kepentingan manusia dan peraturan perundang-undangan tersebut harus bisa dilaksanakan.
Berikut adalah asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan.
1. Asas Kejelasan Tujuan
Asas kejelasan tujuan merupakan asas yang menyatakan bahwa semua pembentukan peraturan perundang-undangan wajib memiliki tujuan jelas yang ingin diraih.
2. Asas Kelembagaan
Asas selanjutnya adalah asas kelembagaan atau asas pejabat pembentuk yang tepat. Asas ini adalah asas yang menentukan semua peraturan perundang-undangan harus dibuat oleh pejabat Pembentuk Peraturan Perundang-undangan yang berwenang.
3. Asas Kesesuaian antara Jenis, Hierarki, dan Materi Muatan
Asas kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan menyatakan bahwa dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan harus berfokus pada materi muatan yang tepat dan sesuai dengan jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan.
Sederhananya, setiap peraturan perundang-undangan tidak boleh berlawanan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya.
4. Asas Dapat Dilaksanakan
Asas berikutnya adalah asas dapat dilaksanakan. Asas ini menyatakan bahwa semua pembentukan peraturan perundang-undangan harus memperhitungkan efektivitas peraturan perundang-undangan tersebut dalam masyarakat.
Asas ini menekankan bahwa dalam pembentukan peraturan perundang-undangan harus mempertimbangkan landasan filosofis, sosiologis, atau yuridis.
Baca juga: Hierarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dan Penjelasan Singkatnya
UU Nomor 12 Tahun 2011 mengatur tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Peraturan perundang-undangan harus disusun berdasarkan asas yang telah ditentukan. (KRIS)
