4 Cara Menanamkan Akidah dalam Diri Seseorang Sejak Usia Dini

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang tua bertanya, bagaimana cara menanamkan akidah dalam diri seseorang sejak usia dini pada anak. Akidah adalah kepercayaan dasar atau keyakinan pokok kepada agama Islam.
Penanaman akidah sejak dini kepada anak penting untuk dilakukan oleh orang tua. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua.
Bagaimana Cara Menanamkan Akidah dalam Diri Seseorang Sejak Usia Dini?
Akidah secara umum adalah kepercayaan, keimanan, keyakinan secara mendalam dan benar lalu merealisasikannya dalam perbuatan. Akidah dalam Islam berarti percaya sepenuhnya kepada ke-Esa-an Allah.
Mengutip buku Pengantar Akidah Akhlak dan Pembelajarannya, Dedi Wahyudi, M.Pd.I (2017), akidah diibaratkan sebagai pondasi bangunan. Sehingga akidah harus dirancang dan dibangun terlebih dahulu dibandingkan bagian-bagian lain.
Akidah pun harus dibangun dengan kuat dan kokoh agar tidak mudah goyah yang akan menyebabkan bangunan menjadi runtuh. Bangunan yang dimaksud disini adalah Islam yang benar, menyeluruh, dan sempurna.
Lantas bagaimana cara menanamkan akidah dalam diri seseorang sejak usia dini? Menanamkannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Mengajarkan Kisah Nabi dan Rasul Utusan Allah
Langkah yang pertama adalah mengenalkan kisah nabi dan rasul utusan Allah Swt. yang tentunya bercerita tentang kebesaran-Nya. Selain itu, anak juga dapat dirangsang dengan cerita atau dongeng yang bernuansa islami sehingga mudah untuk diterima.
2. Mentalqin untuk Mengucapkan Kalimat Tauhid
Imam Al-Ghazali mengatakan, "Akidah harus diberikan kepada anak-anak sejak masa permulaan dan pertumbuhannya agar dia dapat menghafalnya. Diawali dengan menghafal kemudian memahami, lalu diikuti dengan meyakini dan membenarkannya."
Mengenalkan kalimat tauhid berupa syahadat adalah salah satu hal paling penting untuk menanamkan akidah seorang anak.
3. Mengajarkan Iman
Dalam mengajarkan akidah untuk anak, Rasulullah saw. lebih dulu mengajarkan iman. Jundub bin Abdillah yang diriwayatkan oleh Abu Daud menyatakan:
"Kami bersama nabi saat masih remaja, kami lebih dulu belajar iman baru belajar Alquran. Pada saat kami mulai belajar Alquran, makin bertambah iman kami, sementara kalian hari ini (para tabiin), kalian lebih dulu belajar Alquran sebelum iman."
4. Membaca dan Mengajarkan Al-Qur'an
Orang tua sudah seharusnya mengajarkan Alquran kepada anak-anaknya sejak dini. Tujuannya agar anak memahami kitab Alquran yang bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat waktu khusus bersama anak untuk membaca dan mempelajari Alquran. Ajarkan anak untuk tidak hanya melafalkan ayat-ayat Alquran, tapi juga memaknai kandungan di dalamnya.
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Akidah: Dasar Persaudaraan Orang Beriman Menurut Ajaran Islam
Itulah uraian jawaban dari pertanyaan tentang bagaimana cara menanamkan akidah dalam diri seseorang sejak usia dini. Sebagai orang tua, sudah seharusnya menanamkan akidah dalam diri seorang anak sejak usia dini. (ARD)
