Konten dari Pengguna

4 Contoh Reaksi Eksoterm dan Penjelasan Ringkas tentang Eksoterm dalam Kimia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Reaksi Eksoterm dalam Kimia. Sumber: Unsplash.com/Alex Kondratiev
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Reaksi Eksoterm dalam Kimia. Sumber: Unsplash.com/Alex Kondratiev

Eksoterm merupakan istilah yang ada dalam pelajaran kimia. Istilah ini akan selalu muncul ketika memasuki pembahasan tentang kalor reaksi atau reaksi termokimia.

Jadi, bila ingin mengetahui contoh reaksi eksoterm, kita perlu mengetahui maksud dari eksoterm dalam ilmu kimia terlebih dahulu. Oleh sebab itu, mari kita simak penjelasan ringkas tentang eksoterm melalui uraian berikut ini.

Baca juga: Arti Koefisien Reaksi dalam Persamaan Kimia

Reaksi Eksoterm dalam Ilmu Kimia

Ilustrasi Termokimia. Sumber: Unsplash.com/Raquel Raclette

Reaksi eksoterm merupakan reaksi kimia yang memiliki kaitan dengan kalor. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian dari kalor adalah tenaga panas yang dapat diterima atau diteruskan oleh suatu benda ke benda lain secara hantaran (konduksi), penyinaran (radiasi), atau aliran (konveksi). Selain itu, kalor dalam KBBI juga memiliki arti panas.

Berdasarkan penjelasan tersebut, kita dapat memahami bahwa eksoterm merupakan reaksi kimia yang memiliki hubungan dengan energi panas. Lantas apa yang dimaksud dari eksoterm itu?

Sutresna (2008: 65) dalam bukunya yang berjudul Kimia untuk Kelas XI Semester 1 Sekolah Menengah Atas menjelaskan bahwa reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang menghasilkan kalor. Pada reaksi eksoterm, terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan sehingga lingkungan menjadi lebih panas.

Contoh Reaksi Eksoterm dalam Kehidupan

Ilustrasi Contoh Reaksi Kimia. Sumber: Unsplash.com/RephiLe water

Setelah menyimak penjelasan Sutresna, apakah sudah terbayang contoh dari reaksi eksoterm? Inilah uraian selengkapnya tentang empat contoh reaksi eksoterm.

1. Api Unggun

Ilustrasi Api Unggun. Sumber: Unsplash.com/Cailin Grant-Jansen

Api unggun adalah contoh reaksi eksoterm yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah ketika kemah di daerah dingin, api unggun selalu menjadi solusi untuk menghangatkan lingkungan sekitar. Pasalnya, pembakaran kayu pada api unggun mampu menghasilkan kalor ke lingkungan sekitarnya.

2. Fermentasi Tapai

Ilustrasi Bahan Tapai. Sumber: Unsplash.com/Loren Biser

Contoh kedua dari reaksi eksoterm adalah fermentasi tapai. Ketika tapai telah masak atau matang, biasanya tapai terasa hangat. Hal ini cukup menjelaskan bahwa ada sejumlah kalor yang dilepaskan dari sistem ke lingkungan.

3. Besi Berkarat

Ilustrasi Berkarat. Sumber: Unsplash.com/Tengyart

Selain api unggun dan fermentasi tapai, besi karat pun termasuk contoh reaksi eksoterm. Pasalnya, korosi (pengaratan) pada besi terjadi akibat adanya proses oksidasi atau pengikatkan yang melepas energi.

4. Campuran Oksida Kapur dan Air

Ilustrasi Tabung Reaksi. Sumber: Unsplash.com/Hans Reniers

Pencampuran antara oksida kapur dengan air menghasilkan kalsium hidroksida. Reaksi ini akan menghasilkan panas yang dilepaskan kelingkungan. Biasanya, ketika melakukan praktikum ini tangan akan terasa panas.

Sekian penjelasan ringkas tentang reaksi eksoterm dan contoh reaksi eksoterm kali ini. Semoga semakin paham, ya! (AA)