Konten dari Pengguna

4 Contoh Soal Rangkaian Seri Lengkap dengan Jawabannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh soal rangkaian seri. Foto: Unsplash/Jarvik Joshi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh soal rangkaian seri. Foto: Unsplash/Jarvik Joshi

Listrik merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan bagi manusia. Rangkaian listrik sendiri terbagi menjadi dua macam, yakni rangkain listrik seri dan paralel. Sehingga, contoh soal rangkaian seri dapat digunakan sebagai bahan belajar.

Terlebih, materi ini kerap ditanyakan dalam mata pelajaran fisika. Oleh karena itu, mengetahui cara perhitungan rangkain listrik ini menjadi sebuah keharusan.

Contoh Soal Rangkaian Seri

Ilustrasi contoh soal rangkaian seri. Foto: Unsplash/Dina Lydia

Rangkaian seri adalah komponen listrik yang dirangkai secara seri atau sejajar. Artinya, ekor satu komponen dihubungkan dengan kepala komponen yang lainnya. Sehingga arusnya akan mengalir dari satu komponen ke komponen lainnya.

Kelebihan dari rangkaian seri yakni:

  • Seluruh alat listrik mendapatkan daya sama besar.

  • Apabila terdapat alat listrik yang mati, tidak akan mempengaruhi alat listrik lainnya.

Untuk menghitung rangkaian seri, terdapat rumus yang bisa digunakan. Rumus rangkaian seri yang dikutip dari buku Schaum's Dasar-Dasar Teknik. Listrik, Milton Gussow (2004: 24), yakni:

Rtotal = R1 + R2 + R3

Vtotal = V1 + V2 + V3

Itotal = I1 + I2 + I3

Keterangan:

Rtotal = Hambatan total (ohm)

Vtotal = Tegangan total (volt)

Itotal = Arus total (ampere)

Contoh:

1. Delapan buah resistor yang dipasang secara seri masing-masing 2 Ω, 3 Ω, 4 Ω, 5 Ω, 6 Ω, 7 Ω, 9 Ω dan 12 Ω. Tentukan hambatan totalnya!

Diketahui:

R1 : 2Ω

R2 : 3 Ω

R3 : 4 Ω

R4 : 5 Ω

R5 : 6 Ω

R6 : 7 Ω

R7 : 9 Ω

R8 : 12 Ω

Ditanya: Rtotal?

Jawab:

Rtot : R1 + R2 + R3 + R4 + R5+ R6+ R7+ R8

= 2 Ω + 3 Ω + 4 Ω + 5 Ω + 6 Ω + 7 Ω + 9 Ω + 12 Ω

= 48 Ω

2. 2 buah resistor masing-masing 3Ω dan 9Ω, disusun secara seri, dan ujung-ujungnya dihubungkan dengan baterai 36V. Tentukan kuat arus listrik?

Diketahui:

R1 = 3

R2 =9

V :36V

Ditanya : I....?

Jawab:

I : V

Rtotal: V(R1 + R2)

= 36/(3+9)

= 36/12

= 3 A

3. 4 buah resistor masing-masing 3 Ω, 6 Ω, 8 Ω, 9 Ω dipasang secara seri dan memiliki kuat arus sebesar 2A. Tentukan tegangannya!

Diketahui:

R1: 3 Ω

R2: 6 Ω

R3: 8 Ω

R4: 9 Ω

Ditanya:V: ...?

Jawab:

Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4

= 3 Ω + 6 Ω + 8 Ω + 9 Ω

= 26 Ω

V : I . R

= 2 . 26

= 52 V

4.3 buah resistor masing-masing 2 Ω, 4 Ω, dan 6 Ω, disusun secara seri dan ujung-ujungnya dihubungkan dengan baterai 48V. Tentukan tegangan pada resistor 6 Ω?

Diketahui:

R1: 2 Ω

R2: 4 Ω

R3: 6 Ω

Ditanya: V3: ...?

Jawab:

Rtotal = R1 + R2 + R3

= 2 + 4 + 6

= 12 Ω

I : VR

= 48 / 12

= 4A

V3 = I . R3

= 4 . 6

= 24 V

Foto: 2 Contoh Soal Rangkaian Seri dan Paralel Beserta Jawabannya

Di atas telah dijelaskan mengenai 4 contoh soal rangkaian seri dan pembahasannya. Ternyata, perhitungan materi ini tidak sesulit yang dipikirkan, bukan?(MZM)