4 Hal Menarik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang dapat menjadi referensi bagi guru. Pendekatan tersebut mempunyai rangkaian daya tarik yang membawa manfaat. Hal menarik dalam pembelajaran berdiferensiasi dapat terlihat dari banyak aspek.
Beberapa di antaranya adalah melalui aspek keterlibatan, pemahaman, serta pencapaian peserta didik. Guru sebagai pembimbing dan pemimpin di sekolah dapat menerapkan pendekatan tersebut untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.
4 Hal Menarik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di Lingkungan Belajar
Guru adalah tenaga pengajar, tetapi peran guru jauh lebih besar daripada sekedar pengajar. Guru turut memiliki peran sebagai pembimbing dan pemimpin bagi peserta didik di sekolah.
Peran yang luas membuat guru perlu memiliki pemahaman yang cukup seputar pembelajaran termasuk memahami pendekatan pembelajaran. Contoh pendekatan pembelajaran di sekolah (lingkungan belajar) adalah pembelajaran berdiferensiasi.
Dikutip dari buku Pendidikan dan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar, Ramadhan, dkk. (2024: 197), pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada keberagaman minat, profil belajar, dan keterampilan siswa sehingga siswa tidak terdiskriminasi dan memberikan kesan pembelajaran yang bermakna untuk siswa.
Pendekatan tersebut memiliki banyak hal menarik. Berikut ini adalah empat contoh hal menarik dalam pembelajaran berdiferensiasi di lingkungan belajar siswa.
1. Siswa dapat Menjadi Lebih Paham
Pendekatan yang fokus kepada minat, profil belajar, dan keterampilan siswa membuat siswa sebagai peserta didik dapat menjadi lebih paham terhadap materi pelajaran. Contohnya, menggabungkan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik di sekolah.
2. Siswa Memperoleh Motivasi
Dukungan dari guru sebagai pihak eksternal dapat memengaruhi motivasi siswa. Pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi sarana bagi guru untuk mengenal siswa sehingga dapat memberi dukungan dan pembelajaran yang sesuai minat dan bakat siswa.
3. Kemudahan dalam Menciptakan Suasana Kondusif
Pembelajaran berdiferensiasi meminimalkan kemungkinan siswa merasa terdiskriminasi. Sikap adil dan sikap ingin memahami dari guru dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih kondusif. Jadi, konflik akibat diskriminasi pun lebih minim terjadi.
4. Kemampuan Siswa Lebih Terasah
Pembelajaran berdiferensiasi membuat guru dapat memahami siswa lebih dekat, terutama tentang minat serta keterampilannya. Jadi, guru dapat menentukan dan mengarahkan siswa lebih jelas untuk mengasah kemampuannya secara optimal.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Diferensiasi dalam Pembelajaran? Ini Penjelasannya
Demikian menjadi jelas bahwa hal menarik dalam pembelajaran berdiferensiasi mencakup banyak aspek. Aspek tersebut meliputi keterlibatan, pemahaman, serta pencapaian siswa sebagai peserta didik di sekolah. (AA)
