Konten dari Pengguna

4 Ragam Unsur yang Membedakan Cerpen dengan Puisi dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Salah Satu Unsur yang Membedakan Cerpen dengan Puisi yaitu. Sumber: Unsplash/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Salah Satu Unsur yang Membedakan Cerpen dengan Puisi yaitu. Sumber: Unsplash/Thought Catalog

Cerpen (cerita pendek) dan puisi merupakan dua jenis sastra yang ada dalam penulisan bahasa Indonesia. Walaupun sama-sama jenis sastra, keduanya tetap berbeda. Salah satu unsur yang membedakan cerpen dengan puisi, yaitu pemilihan katanya.

Pemilihan kata dalam cerpen biasanya cenderung memiliki makna denotatif. Kondisi tersebut berbeda dengan pemilihan kata dalam puisi yang cenderung memiliki makna konotatif. Selain itu, dua jenis sastra tersebut juga memiliki perbedaan unsur intrinsik.

Salah Satu Unsur yang Membedakan Cerpen dengan Puisi, yaitu Pemilihan Katanya

Ilustrasi Salah Satu Unsur yang Membedakan Cerpen dengan Puisi yaitu. Sumber: Unsplash/@felipepelaquim

Cerpen (cerita pendek) dan puisi merupakan jenis karya sastra yang terdapat dalam penulisan bahasa Indonesia. Keduanya sering kali menjadi topik pembahasan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA.

Walaupun sama-sama merupakan bagian dari penulisan dan pembelajaran bahasa Indonesia, keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan di antara cerpen dengan puisi meliputi banyak aspek.

Salah satu unsur yang membedakan cerpen dengan puisi yaitu pemilihan katanya. Selain pemilihan kata, cerpen dan puisi juga memiliki perbedaan dalam segi unsur intrinsik, bentuk, serta alur cerita. Berikut penjelasan mengenai empat ragam perbedaannya.

1. Pemilihan Kata

Salah satu pembeda antara cerpen dengan puisi adalah pemilihan katanya. Pemilihan kata dalam karya cerpen biasanya mempunyai makna denotatif, sedangkan pemilihan kata dalam puisi biasanya cenderung mempunyai makna konotatif.

Dikutip dari buku EYD dan Seputar Kebahasa-Indonesiaan, Waridah (2008: 294), definisi dari makna denotasi dan makna konotasi, yaitu:

  • Makna denotasi adalah makna suatu kata yang sesuai dengan konsep asalnya, tanpa mengalami perubahan makna, atau penambahan makna.

  • Makna konotasi adalah makna suatu kata berdasarkan perasaan atau pemikiran seseorang.

2. Unsur Intrinsik

Pembeda lain dari cerpen dan puisi adalah unsur intrinsiknya. Unsur intrinsik cerpen biasanya terdiri dari tema, alur, watak, latar, serta amanat. Kondisi itu jauh berbeda dengan unsur intrinsik puisi.

Dikutip dari buku Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X, XI, XII, Rianto (2019: 79 – 80), unsur-unsur intrinsik puisi, yaitu:

  • Judul;

  • Diksi;

  • Imaji;

  • Rima; dan

  • Tema.

3. Bentuk

Cerpen dan puisi juga mempunyai perbedaan bentuk. Puisi umumnya memiliki bentuk berupa kumpulan larik atau baris, sedangkan cerpen mempunyai bentuk berupa alinea atau paragraf.

4. Alur Cerita

Alur cerita antara cerpen dengan puisi pun jelas berbeda. Cerpen mempunyai alur cerita yang runtut atau sesuai kronologis. Puisi alurnya sangat beragam karena bisa acak atau runtut, tergantung dari preferensi penyair dalam mengekspresikan perasaannya.

Baca juga: Salah Satu Unsur Intrinsik Cerpen yang Penting dalam Sastra

Demikian menjadi jelas bahwa salah satu unsur yang membedakan cerpen dengan puisi yaitu pemilihan katanya. Selain pemilihan kata, unsur intrinsik, bentuk, dan alur cerita antara cerpen dengan puisi pun berbeda. (AA)