4 Suku dan Masyarakat Maluku dan Karakteristiknya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Maluku adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau-pulau indah. Selain itu, juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, karena ada banyak suku dan masyarakat adat Maluku.
Masing-masing suku dan masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga membuat keragaman budaya di Maluku sangat besar.
4 Suku dan Masyarakat Maluku dan Karakteristiknya yang Wajib Diketahui
Dikutip dari buku Ensiklopedia Pelajar dan Umum karya Gamal Komandoko, (2010) suku-suku dan juga masyarakat yang ada di Maluku terus melestarikan tradisi dan budaya hingga saat ini.
Berikut ini adalah beberapa suku dan masyarakat Maluku dan karakteristiknya yang wajib diketahui.
1. Suku Ambon
Suku Ambon adalah suku terbesar di Maluku yang banyak mendiami wilayah Ambon, Saparua, Seram Barat, Nusalaut, dan Haruku. Masyarakat suku Ambon mayoritas memeluk agama Kristen Protestan dan Islam.
Dalam kesehariannya, mereka berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan bahasa Ambon, yang merupakan dialek dari bahasa Melayu. Suku Ambon dikenal sebagai suku yang ramah, sopan, dan senang bernyanyi.
Mereka juga memiliki baju adat yang bernama kain salawaku, yang terbuat dari tenun ikat berwarna merah, hitam, dan putih.
2. Suku Ternate
Suku Ternate merupakan masyarakat yang mendiami Pulau Ternate, Pulau Obi, dan Pulau Bacan. Sebagian besar masyarakat Ternate bermata pencaharian sebagai petani atau nelayan, dan menggunakan bahasa Ternate untuk berkomunikasi.
Suku Ternate mayoritas beragama Islam, karena dipengaruhi oleh Kesultanan Ternate yang mulai mendapat pengaruh Islam sejak abad ke-15.
Suku Ternate memiliki baju adat yang bernama baju jaba-jaba, yang terbuat dari kain sutra berwarna merah atau kuning dengan hiasan emas.
3. Suku Tidore
Suku Tidore mayoritas mendiami wilayah Tidore, di mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Selain nelayan, sebagian suku ini juga ada yang bertani dan berladang.
Di wilayah Tidore, mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Hal ini dipengaruhi oleh Kesultanan Tidore, yang mulai mendapat pengaruh Islam sejak abad ke-15. Suku Tidore memiliki baju adat yang bernama baju fala-fala atau baju sultan, yang terbuat dari kain sutra berwarna hijau atau biru dengan hiasan emas.
4. Suku Kei
Suku Kei menyebut dirinya sebagai Evav. Mereka mendiami Kepulauan Kei di provinsi Maluku. Masyarakat Suku Kei telah memeluk agama, seperti Islam dan Kristen. Namun, sebagian dari mereka masih ada yang menganut kepercayaan terhadap roh dan kekuatan ghaib.
Dalam garis keturunan, Suku Kei menganut garis keturunan patrilineal. Dan dalam hubungan kekerabatan, mereka menganut azas primogenitur, yaitu hak anak sulung atau golongan senior diutamakan.
Suku Kei memiliki baju adat yang bernama baju efan-efan atau baju raja-raja, yang terbuat dari kain tenun ikat berwarna merah atau kuning dengan hiasan manik-manik.
Baca juga: Pengertian Suku dan Berbagai Contohnya di Indonesia
Suku dan masyarakat Maluku memiliki kebudayaan yang khas dan berbeda dari suku-suku lainnya yang ada di Indonesia. (WWN)
