5 Cara Investasi Reksadana yang Mudah Dipahami oleh Pemula

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reksa dana merupakan jenis investasi yang relatif lebih mudah dipahami oleh pemula daripada saham. Cara investasi reksadana pun mencakup lima upaya ringkas dan sederhana. Salah satu contohnya adalah memahami konsep reksa dana sebelum memulai investasi.
Walaupun cara melakukan investasi reksa dana relatif ringkas dan sederhana, investor tetap perlu cermat. Kecermatan sangat penting untuk mencegah kerugian dan mengoptimalkan keamanan dalam berinvestasi.
5 Cara Investasi Reksadana yang Perlu Diketahui oleh Investor Pemula
Reksa dana merupakan jenis investasi yang berupa pengumpulan dana dari masyarakat (investor) untuk diinvestasikan kepada portofolio efek. Investor reksa dana tidak perlu menghitung persentase keuntungan secara manual atau mandiri.
Hal itu dikarenakan oleh keadaan bahwa investasi reksa dana dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Walaupun lebih mudah daripada saham, investor pemula tetap perlu mempelajari cara melakukan investasi reksa dana.
Berikut adalah lima cara investasi reksadana yang dapat melengkapi referensi pemula sebelum memulai investasi.
1. Pahami Konsep Reksa Dana
Pemula perlu memahami konsep reksa dana secara menyeluruh. Beberapa konsep yang perlu dipahami, yaitu:
Definisi reksa dana;
Sistem pembagian hasil reksa dana;
Sistem setoran reksa dana;
Lingkup alokasi investasi reksa dana; serta
Kelebihan dan kekurangan investasi reksa dana.
2. Pelajari Prospektus Reksa Dana
Investor juga perlu mempelajari prospektus reksa dana. Dikutip dari buku berjudul Buku Pintar Reksa Dana, Shohiha (2021: 39), prospektus reksa dana adalah dokumen berisi informasi penting, lengkap, dan detail yang diterbitkan oleh manajer investasi untuk investor.
3. Pisahkan Uang Investasi dan Kebutuhan Pokok
Investor juga perlu membuat anggaran khusus untuk investasi, contohnya memisahkan uang investasi dan kebutuhan pokok. Investasi merupakan kegiatan menanamkan aset untuk keuangan masa depan (jangka panjang).
Uang untuk setoran reksa dana perlu dipisahkan dari kebutuhan pokok bulanan agar tidak mengganggu kelangsungan hidup. Jadi, investor tetap dapat memenuhi kebutuhannya, meskipun sedikit atau sebagian pendapatannya diinvestasikan.
4. Periksa Profil Manajer Investasi
Investor juga perlu memeriksa profil manajer investasi. Pemeriksaan ini penting untuk mencegah diri terjebak investasi bodong atau palsu.
5. Pilih Reksa Dana yang Terdaftar OJK
Cara selanjutnya adalah memilih reksa dana yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). OJK merupakan lembaga negara yang mempunyai tugas untuk mengatur serta mengawasi sektor jasa keuangan di negara Indonesia.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Reksadana sebagai Instrumen Investasi
Lima cara investasi reksadana dalam uraian di atas merupakan pelengkap referensi bagi pemula atau calon investor reksa dana. Jadi, calon investor dapat memilih atau menambah referensi lain untuk melengkapi pemahaman diri seputar investasi reksa dana. (AA)
