Mengenal Apa Itu Reksadana sebagai Instrumen Investasi

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu reksadana dalam dunia investasii? Reksa dana adalah salah satu jenis instrumen yang populer di Indonesia. Instrumen ini terdiri dari lima jenis yang bisa dipilih oleh investor.
Namun sebelum memiliihnya, investor perlu mengetahui lebih lanjut mengenai reksa dana dan jenis-jenisnya ini. Jadi, investor dapat berinvestasi dengan tepat sesuai kebutuhan dan profilnya.
Apa Itu Reksadana?
Apa itu reksadana? Menurut buku Reksa Dana Itu Mudah: Langkah Cerdas Menjadi Kaya, B.W.G. Rusdiansah (2021: 12), Pasal 1 angka 27 UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) menyatakan bahwa reksa dana adalah sebagai berikut.
Wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio manajer investasi.
Jadi jika memilih reksa dana, dana dari para investor akan dikumpulkan. Lalu, dana tersebut akan dikelola dan diinvestasikan ke berbagai portofolio. Pihak yang mengumpulkan, mengelola, dan menginvestasikan dana inilah yang dinamakan manajer investasi.
Jadi, para investor tidak mengelola uangnya sendiri dalam instumen ini karena ada manajer investasi yang akan melakukannya. Hal ini membuat reksadana kerap dipilih oleh para investor pemula atau tak memiliki waktu banyak untuk berinvestasi.
Bagaimanapun juga, para investor tetap bisa mengatur dan memutuskan berbagai keputusan. Misalnya adalah memilih badan yang menjadi manajer investasi dan mengatur berapa banyak uang yang akan diinvestasikan.
Jenis-Jenis Reksa Dana
Seperti yang telah disinggung di atas, ada lima jenis reksa dana dalam dunia investasi. Berikut uraian singkatnya.
1. Reksa Dana Pendapatan Tetap
Mayoritas dana dari investasi reksa dana jenis ini dialokasikan ke instrumen yang bisa memberikan pendapatan tetap. Misalnya adalah obligasi atau surat utang.
2. Reksa Dana Saham
Mayoritas dana dari reksa dana jenis ini diinvestasikan pada satu instrumen saham. Reksa dana saham mempunyai risiko paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis lainnya.
3. Reksa Dana Pasar Uang
Seluruh dana diinvestasikan pada instrumen pasar uang atau surat berharga. Tenornya kurang dari satu tahun.
4. Reksa Dana Campuran
Maksimal 79% dana dari reksa dana campuran dialokasikan ke instrumen pasar uang, saham, dan obligasi. Jenis reksa dana ini mempunyai tenor antara 3-5 tahun.
5. Reksa Dana Syariah
Sesuai namanya, reksa dana syariah adalah jenis reksa dana yang mengikuti aturan Islam.
Baca juga: 3 Perbedaan Saham dan Obligasi dalam Dunia Investasi
Lantas, apa itu rekesadana? Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari investor, lalu dikelola dan diinvestasikan ke instrumen lain oleh manajemen investasi. Ada lima jenis raksa dana. Salah satunya adalah reksa dana pasar uang. (LOV)
