5 Penyebab Pubertas Dini bagi Pertumbuhan Tinggi Badan dan Gejalanya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa penyebab pubertas dini bagi pertumbuhan tinggi badan? Pertanyaan ini diajukan oleh orang tua dengan anak yang memasuki masa pubertas.
Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Pubertas berlangsung dalam tahapan-tahapan, dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang kompleks.
Apa Penyebab Pubertas Dini bagi Pertumbuhan Tinggi Badan? Ini Faktor Penyebabnya
Pubertas dini disebut juga pubertas prekoks, dan dapat terjadi pada perempuan dan laki-laki. Berdasarkan buku Organ Reproduksi Wanita, Ernawati (2023:77), berikut adalah jawaban untuk soal apa penyebab pubertas dini bagi pertumbuhan tinggi badan.
Pada pubertas dini, pubertas terjadi lebih awal. Ada dua jenis pubertas dini, yaitu yang disebabkan oleh pelepasan hormon gonadotropin sama seperti pubertas normal, dan yang tidak disebabkan hormon GnRH.
Ada beberapa faktor pemicu lain yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami pubertas dini, yaitu:
Riwayat kelainan genetik dari orang tua atau saudara kandung.
Obesitas.
Paparan estrogen dan testosterogen dari luar. Misalnya, melalui penggunaan krim atau salep.
Menjalani radioterapi pada kepala dan tulang belakang.
Makanan. Beberapa penelitian menemukan adanya hewan ternak (ayam, sapi, dan kambing) yang telah disuntik hormon steroid. Contohnya estrogen dan testosteron.
Gejala Pubertas Dini bagi Remaja
Saat manusia mengonsumsi olahan daging hewan ternak yang telah disuntik hormon, terjadi perpindahan hormon ke dalam tubuh.
Padahal tubuh manusia sudah menghasilkan hormon steroid secara alami. Adanya hormon tambahan yang masuk, membuat pengaturan hormon di tubuh manusia menjadi terganggu.
Salah satu akibatnya adalah pubertas dini, yang ditunjukkan dengan gejala berikut ini.
Anak perempuan dikatakan mengalami pubertas dini, ketika pubertasnya terjadi sebelum anak berusia 8 tahun. Pubertas dini tersebut ditandai dengan pertumbuhan payudara dan menstruasi pertama yang lebih awal.
Anak laki-laki mengalami mimpi basah dan pertumbuhan kumis lebih awal.
Munculnya jerawat di wajah.
Pertumbuhan tinggi badan menjadi lebih pesat.
Bau badan berubah menjadi seperti orang dewasa.
Pengobatan Pubertas Dini
Pada terapi analog GnRH, dokter endokrin akan memberikan suntikan untuk menghambat perkembangan tubuh anak dengan pubertas dini.
Suntikan ini diberikan setiap bulan, hingga anak mencapai usia pubertas normal. Umumnya, proses pubertas akan kembali berlangsung sekitar 16 bulan setelah suntikan diberikan.
Baca juga: Pengertian Masa Pubertas beserta Tanda-tandanya
Apa penyebab pubertas dini bagi pertumbuhan tinggi badan? Faktor penyebabnya antara lain obesitas, riwayat genetik, dan makanan yang dikonsumsi. (DK)
