5 Tujuan Pembelajaran Emosional dalam Pendidikan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di sekolah, siswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga emosional, sosial, dan karakter. Tujuan pembelajaran emosional menjadi hal penting dalam perkembangan siswa.
Pembelajaran emosional dilakukan secara kolaboratif oleh komunitas sekolah. Pembelajaran ini memungkinkan siswa memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif mengenai aspek emosional.
5 Tujuan Pembelajaran Emosional yang Perlu Diketahui
Pembelajaran emosional memiliki lima kompetensi dengan tujuan yang berbeda. Berdasarkan buku Sebuah Resensi Pendidikan Guru Penggerak, Ridwan Asyadi (2023:117), berikut adalah lima tujuan pembelajaran emosional.
1. Kesadaran Diri
Tujuan pembelajaran emosional kesadaran diri, antara lain:
Dapat menggabungkan identitas pribadi dan identitas sosial.
Mengidentifikasi emosi diri, kekuatan atau aset diri, dan budaya yang dimiliki.
Menunjukkan integritas dan kejujuran.
Dapat menghubungkan perasaan, pikiran, dan nilai-nilai.
Memupuk efikasi diri.
Memiliki pola pikir bertumbuh.
Mengembangkan minat dan menetapkan arah tujuan hidup.
2. Manajemen Diri
Tujuan pembelajaran manajemen diri adalah sebagai berikut.
Memahami dan mengelola emosi diri.
Mengidentifikasi dan menggunakan strategi-strategi pengelolaan stres.
Menunjukkan disiplin dan motivasi diri.
Memperlihatkan keberanian untuk mengambil inisiatif.
Mendemonstrasikan kendali diri di dalam kelompok.
3. Kesadaran Sosial
Tujuan pembelajaran kesadaran sosial adalah sebagai berikut.
Mendemonstrasikan empati dan rasa welas kasih.
Menunjukkan kepedulian atas perasaan orang lain.
Memahami dan mengekspresikan rasa syukur.
Mengidentifikasi ragam norma sosial, termasuk dengan norma-norma yang menunjukkan ketidakadilan.
4. Keterampilan Berelasi
Tujuan pembelajaran keterampilan berelasi, yaitu:
Berkomunikasi dengan efektif.
Mengembangkan relasi atau hubungan positif.
Memperlihatkan kompetensi kebudayaan.
Mempraktikkan kerjasama tim dan pemecahan masalah secara kolaboratif.
Dapat melawan tekanan sosial yang negatif.
Menunjukkan sikap kepemimpinan dalam kelompok.
Mencari dan menawarkan bantuan apabila ada yang membutuhkan.
Turut membela hak-hak orang lain.
5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab
Berikut adalah tujuan pembelajaran pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Menunjukkan rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran.
Mengidentifikasi dan mengenal solusi dari masalah pribadi dan sosial.
Berlatih membuat keputusan yang masuk akal, setelah menganalisis informasi, data, dan fakta.
Mengantisipasi dan mengevaluasi konsekuensi-konsekuensi dari tindakannya.
Mengevaluasi dampak atau pengaruh dari seseorang, hubungan interpersonal, komunitas, dan kelembagaan.
Baca juga: Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional di Kelas dan Sekolah untuk Siswa
Tujuan pembelajaran emosional adalah agar siswa mampu mengenali emosi dan potensinya dengan baik. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu bersikap empati dan menjalin relasi secara positif. (DK)
