Konten dari Pengguna

5 Urutan Tingkatan Akuntabilitas dalam Manajemen

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi urutan tingkatan akuntabilitas - Sumber: pixabay.com/startupstockphotos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi urutan tingkatan akuntabilitas - Sumber: pixabay.com/startupstockphotos

Urutan tingkatan akuntabilitas dimulai dari akuntabilitas personal. Akuntabilitas adalah konsep kewajiban seseorang atau organisasi untuk bertanggung jawab atas tindakan, keputusan, dan pengelolaan sumber daya yang mereka lakukan atau miliki dalam manajemen.

Dalam konteks lebih luas, akuntabilitas adalah proses individu atau entitas harus menjelaskan dan mempertanggungjawabkan tindakan atau keputusan mereka kepada pihak lain. Pihak yang memiliki kepentingan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut.

Urutan Tingkatan Akuntabilitas yang Penting Dipahami

Ilustrasi urutan tingkatan akuntabilitas - Sumber: pixabay.com/aymanejed

Berdasarkan buku Akuntabilitas: Konsep dan Implementasi, Manggaukang Raba, (2006), akuntabilitas sangat penting dalam berbagai konteks, termasuk dalam pemerintahan, bisnis, organisasi nirlaba, dan kehidupan sehari-hari.

Konsep ini membantu memastikan bahwa individu atau entitas bertanggung jawab atas tindakan merek. Termasuk menjaga transparansi dan integritas serta membangun kepercayaan dari pihak-pihak yang terlibat.

Berikut adalah lima urutan tingkatan akuntabilitas dalam manajemen.

1. Akuntabilitas Pribadi

Tingkatan ini merujuk pada nilai-nilai individu seperti kejujuran, integritas, moral, dan etika. Seseorang yang memegang prinsip akuntabilitas pribadi akan menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.

2. Akuntabilitas Individu

Tingkatan ini berfokus pada hubungan antara individu yang diberi tanggung jawab dengan lingkungan kerjanya. Contohnya adalah hubungan antara seorang PNS dan instansi pemberi kewenangan.

Instansi tersebut harus menyediakan arahan, bimbingan, dan sumber daya yang memadai serta menghilangkan hambatan kerja. Sementara PNS harus melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

3. Akuntabilitas Kelompok

Pada tingkatan ini, kinerja institusi didasarkan pada kerja sama kelompok. Dalam konteks ini, konsep "kami" lebih relevan daripada "saya". Pembagian wewenang dan semangat kerja sama antar kelompok di dalam institusi berperan penting untuk mencapai tujuan organisasi.

4. Akuntabilitas Organisasi

Tingkatan ini mengacu pada hasil laporan kinerja yang dicapai. Baik oleh individu maupun oleh organisasi secara keseluruhan kepada masyarakat umum.

5. Akuntabilitas Stakeholder

Stakeholder mencakup masyarakat umum, pengguna layanan, dan pembayar pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerja organisasi. Pada tingkatan ini, organisasi pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan dan kinerja yang adil, responsif, serta bermartabat.

Baca Juga: Pengertian Stakeholder secara Tradisional dan Perkembangannya

Dari beberapa urutan tingkatan akuntabilitas tersebut, bisa dipahami bahwa setiap tingkatnya memiliki peran dan fungsi masing-masing. Akuntabilitas menegaskan bahwa individu atau organisasi bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang mereka ambil. (DNR)