Konten dari Pengguna

6 Contoh Pantun Teka-Teki Lengkap dengan Maknanya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun teka-teki. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun teka-teki. Foto: Unsplash

Bicara tentang pantun, pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pantun merupakan salah satu karya sastra lama yang masih banyak digunakan hingga saat ini. Karya sastra yang satu ini biasa dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Tidak jarang, orang-orang menggunakan pantun sebagai sebuah permainan. Salah satu jenis pantun yang banyak digunakan untuk bermain adalah pantun teka-teki.

Nah, jika kamu sedang mencari contoh pantun teka-teki dengan maknanya, kamu bisa menggunakan beberapa contoh pantun berikut sebagai referensi.

Pengertian Pantun Teka-teki

Ilustrasi membuat pantun. Foto: Pexels

Mengutip buku Pedoman Umum EYD oleh Redaksi B-Media (2015: 54), secara bahasa, pantun berasal dari bahasa Jawa kuno "tuntun-atuntun" yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti mengatur. Artinya, kata pantun pada umumnya adalah aturan atau susunan.

Pantun bukan sekadar gubahan kata-kata yang mempunyai rima dan irama, tetapi merupakan rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan kehangatan seperti cinta, kasih sayang, dan rindu dendam penuturnya. Sehingga, pantun mengandung ide yang kreatif dan kritis, serta kandungan maknanya padat.

Bentuk pantun sendiri mempunyai beberapa ciri, yaitu:

  • Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).

  • Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

  • Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Adapun pengertian pantun teka-teki adalah pantun yang biasanya berisi tentang teka-teki dan mampu membuat orang bertanya-tanya tentang jawaban dari teka-teki tersebut.

Ciri-Ciri Pantun Teka-teki

Ilustrasi membuat pantun teka-teki. Foto: Pexels

Pantun teka-teki memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari jenis pantun lainnya. Dalam pantun ini, unsur hiburan dan teka-teki menjadi fokus utama.

Dikutip dari Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5 oleh Christiana Umi (2019: 122), pantun teka-teki adalah pantun yang berisikan teka-teki dan pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk menjawab atau membalas teka-teki pantun itu.

Berikut adalah ciri-ciri pantun teka-teki:

  • Pantun bersifat menghibur pendengar atau pembaca.

  • Adanya pertanyaan atau teka-teki yang disampaikan di baris terakhir.

  • Setiap bait terdiri atas empat baris.

  • Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.

  • Berima atau bersajak a-b-a-b.

  • Baris pertama dan kedua adalah sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat adalah isi.

  • Pantun teka-teki sering kali menggambarkan objek, hewan, atau kejadian tertentu.

  • Menggunakan kata-kata yang khas dan mengandung petunjuk tersembunyi terkait dengan teka-teki yang dimaksud.

Struktur Pantun Teka-teki

Ilustrasi membuat pantun teka-teki. Foto: Pexels

Menurut Rachman Abror dalam Pantun Melayu Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara (2009: 116), struktur pantun teka-teki mirip dengan pantun anak-anak, yaitu bahasanya sederhana, mudah dipahami, dan tidak menggunakan lambang-lambang yang rumit.

Selain itu, struktur pantun teka-teki juga memiliki struktur yang mirip dengan pantun pada umumnya, yaitu:

  • Bait, yakni banyaknya baris dalam sebuah pantun, misalnya (dua baris, empat baris, enam baris, delapan baris, dan seterusnya).

  • Baris, yakni kumpulan beberapa kata yang memiliki arti dan bisa membentuk sampiran atau isi dalam sebuah pantun.

  • Kata, yakni gabungan dari suku kata yang memiliki arti, meski begitu, ada kata-kata tertentu yang hanya terdiri dari satu suku kata.

  • Suku kata, yakni penggalan-penggalan bunyi dari kata dalam satu ketukan atau satu embusan napas.

  • Rima, yakni pola akhiran atau huruf vokal terakhir yang ada pada pantun.

  • Sampiran, yakni bagian pantun yang terletak pada baris 1-2 yang merupakan awal dari sebuah pantun atau unsur suasana yang mengantarkan menuju isi atau maksud pantun tersebut.

  • Isi, yakni bagian pantun yang terletak pada baris tiga-empat yang merupakan isi pokok atau tujuan dari pantun tersebut.

Cara Membuat Pantun Teka-teki

Ilustrasi membuat pantun teka-teki. Foto: Pexels

Cara membuat pantun tentu berbeda dengan membuat puisi dan cerita pendek. Pantun memiliki ketentuan-ketentuan yang harus diikuti.

Adapun cara membuat pantun teka-teki adalah sebagai berikut.

  1. Tentukan tema atau topik yang ingin ditulis dalam pantun teka-teki.

  2. Tuliskan isi atau pertanyaan teka-teki yang ingin disampaikan dalam pantun tersebut terlebih dahulu di baris ketiga dan keempat.

  3. Buatlah sampiran (baris pertama dan kedua) dengan memperhatikan bunyi akhir isi (baris ketiga dan keempat).

  4. Terakhir, pastikan bahwa jumlah suku kata pada keempat baris pantun sudah seimbang. Dalam pantun empat baris, biasanya jumlah suku kata pada baris pertama dan kedua sama, begitu pula dengan baris ketiga dan keempat.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Pantun Lengkap dengan Contohnya

Contoh Pantun Teka-teki

Ilustrasi pantun teka-teki dan maknanya. Foto: Unsplash

Berikut adalah beberapa contoh pantun teka-teki yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Pantun Teka-teki 1

Ke Sleman naik gunung

Sampai di pucuk terasa lelah

10 orang pakai satu payung

Kenapa tak satu pun yang basah?

Pantun tersebut memiliki makna tidak seorangpun yang basah, karena hujan tidak turun.

Contoh Pantun Teka-teki 2

Jalan-jalan ke desa Kendari

Beli oleh-oleh untuk keponakan

Jawablah teka teki ini kalau pandai

Apa hayo persamaan KTP dan Telur Asin?

Pantun teka-teki bermakna KTP dan telur asin memiliki persamaan, yakni sama-sama memiliki cap stampel.

Contoh Pantun Teka-teki 3

Cari duit ke pasar baru

Wujudkan mimpi menjadi kaya

Kalau ingin kaya manusia mampu

Terus binatang apa yang kaya?

Pantun teka-teki di atas merupakan pelesetan dari kata beruang yang dipecah menjadi kata ber dan uang atau memiliki uang.

Contoh Pantun Teka-teki 4

Dikasih obat tidak mau terima

Sebab wajah putih kiranya pucat

Becak cantik sebab cat berganti warna

Becak apa yang tidak dapat di cat?

Pantun teka-teki di atas merupakan sebuah pertanyaan dalam memahami setiap kata. Apabila becak hilang, maka pemilik becak tersebut tidak bisa mengecat.

Contoh Pantun Teka-teki 5

Gadis cantik bertopi baret

Cantiknya seperti bunga mekar

Putih-putih duduk berderet

Di luar tebing di dalam pagar?

Makna dari pantun di atas adalah teka-teki seputar bentuk gigi yang berderet di dalam mulut di atas gusi.

Contoh Pantun Teka-teki 6

Ari menari sampur melebar

Tersenyum ceria semua terhibur

Berbadan besar telinganya lebar

Hidungnya panjang suka menyembur?

Makna pantun di atas adalah binatang berbadan besar, telinga lebar, hidung panjang, dan suka menyembur adalah gajah.

Itulah beberapa contoh pantun teka-teki beserta maknanya. Kamu juga bisa menambahkan dan berkreasi membuat pantun teka-teki. Semakin sulit ditebak jawabannya, semakin mengasikkan lagi dalam bermain pantun teka-teki.

(MZM & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan pantun teka-teki?
chevron-down

Pantun teka-teki adalah pantun yang berisikan teka-teki dan pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk menjawab atau membalas teka-teki pantun itu.

Apa struktur pantun teka-teki?
chevron-down

Struktur pantun teka-teki mirip dengan pantun anak-anak, yaitu bahasanya sederhana, mudah dipahami, dan tidak menggunakan lambang-lambang yang rumit.

Apa ciri-ciri pantun teka-teki?
chevron-down

Beberapa cirinya adalah pantun bersifat menghibur pendengar atau pembaca, adanya pertanyaan atau teka-teki yang disampaikan di baris terakhir, setiap bait terdiri atas empat baris (larik).