6 Jenis Tumbuhan yang Berbuah Sekali atau Monokarpik

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumbuhan yang berbuah sekali biasa disebut dengan jenis tumbuhan monokarpik. Terdapat beberapa spesies tumbuhan dengan karakteristik monokarpik yang sangat menarik untuk dipelajari.
Fenomena monokarpik yang terjadi pada beberapa spesies tumbuhan di alam memberikan gambaran menarik tentang variasi dalam siklus hidup tumbuhan.
Contoh Tumbuhan yang Berbuah Sekali dalam Siklus Hidupnya
Tumbuhan monokarpik adalah jenis tumbuhan yang berbuah sekali. Bisa juga diartikan sebagai tumbuhan yang hanya menghasilkan bunga dan buah sekali dalam seluruh masa hidupnya sebelum akhirnya mati.
Karakteristik ini membedakan tumbuhan monokarpik dari tumbuhan polikarpik. Tumbuhan yang termasuk jenis polikarpik umumnya dapat berbunga dan berbuah berkali-kali selama hidupnya.
Berdasarkan buku Buku Pintar Istilah IPA, Veronica Hamonangan S.Pd, (2015), konsep monokarpik menarik bagi ilmu botani karena menunjukkan variasi yang signifikan dalam siklus hidup tumbuhan.
Meskipun hanya berbunga sekali, tapi tumbuhan monokarpik mampu menghasilkan banyak biji atau turunan yang kemudian dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Dengan adanya tumbuhan baru, siklus hidup tanaman tersebut dapat tetap berlanjut dalam populasi di alam.
Itulah sebabnya sering dikatakan bahwa monokarpik adalah jenis tumbuhan yang gampang dikembangbiakkan. Beberapa contoh tumbuhan monokarpik atau yang hanya berbuah sekali dalam siklus hidupnya adalah:
Pisang
Bambu
Agave
Jagung
Lobak
Wortel
Ciri-Ciri Tumbuhan Monokarpik
Dari penjelasan tadi, bisa disimpulkan bahwa terdapat ciri-ciri khusus dari tumbuhan monokarpik yang hanya dapat berbuah sekali. Beberapa ciri tersebut adalah:
1. Berbunga Sekali
Tumbuhan monokarpik hanya mengalami pembungaan dan pembuahan satu kali selama masa hidupnya.
2. Siklus Hidup
Terdapat variasi dalam siklus hidup tumbuhan monokarpik, baik yang panjang maupun pendek.
3. Reproduksi Aseksual
Tumbuhan monokarpik memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi secara aseksual. Selain itu mampu mengakumulasi banyak sumber daya yang diperlukan untuk proses pembungaan.
4. Energi untuk Bereproduksi
Karena telah mengumpulkan banyak sumber daya, tumbuhan monokarpik memiliki energi yang cukup untuk proses reproduksi. Setelah mengalami fase pembungaan atau pembuahan, tumbuhan ini kemudian akan mengakhiri siklus hidupnya dengan cepat.
Baca Juga: Apakah Wortel Buah atau Sayur Menurut Biologi?
Wawasan tentang tumbuhan yang berbuah sekali atau monokarpik membantu manusia lebih memahami bagaimana tumbuhan beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, pembaca jadi mengetahui bagaimana siklus hidup tumbuhan berkontribusi terhadap kelangsungan hidup tumbuhan itu sendiri. (DNR)
