7 Contoh Faktor Hambatan Perkembangan Agrikultur di Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara agraris, oleh karena itu agrikukultur menjadi sektor yang sangat penting di Indonesia. Menurut buku Tinjauan Spasial Optimasi Produksi Pertanian Pada Wilayah Perbatasan oleh Rika Harini (2020: 15-16), agrikultur berasal dari dua kata dalam bahasa latin, yaitu ager atau agri dan culture atau colere.
Ager atau agri berarti lahan atau tanah, sedangkan culture atau colere berarti penanaman atau pengelolaan. Dengan demikian, definisi agrikultur adalah kegiatan penanaman/pengelolaan pada lahan atau tanah.
Tujuan utama kegiatan agrikultur adalah membuat lahan menjadi lebih produktif, bahkan melimpah, dan pada waktu yang sama melindungi lahan tersebut dari kemerosotan dan penyelahgunaan lahan. Sayangnya, perkembangan agrikultur di Indonesia masih menghadapi beberapa hambatan.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai 7 contoh faktor hambatan perkembangan agrikultur di Indonesia.
Baca juga: Pengertian Ekonomi Agrikultur dan Contoh Produknya
7 Contoh Faktor Hambatan Perkembangan Agrikultur
Menurut buku Agribisnis Bawang Merah oleh Sri Hindarti dan Lia Rohmatul Maula (2020: 43-44) contoh faktor yang menghambat perkembangan agrikultur di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut:
Kualitas SDM: Petani adalah salah satu SDM yang berperan besar dalam perkembangan agrikultur di Indonesia. Pemerintah harus meningkatkan kualitas SDM petani di Indonesia, dalah satunya adalah dengan mengadakan penyuluhan mengenai teknologi pertanian.
Akses Teknologi Informasi: Saat ini akes teknologi informasi masih sulit untuk sebagian besar petani. Akses informasi yang mudah akan memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kualitas SDM petani yang juga akan berpengaruh pada peningkatan kualitas produk.
Pasar dan Modal: Modal dan akses pasar juga merupakan masalah penting yang menghambat perkembangan sektor pertanian, terutama para produsen kecil.
Kualitas Produk: Kualitas produk pertanian yang tidak sesuai dengan permintaan pasar juga menjadi faktor penghambat perkembangan sektor ini.
Belum Kondusifnya Iklim Investasi: Belum kondusifnya iklim investasi di Indonesia juga menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan agrikultur di Indonesia.
Organisasi kelembagaan yang Lemah: Organisasi kelembagaan yang lemah menyebabkan perkembangan agrikultur di Indonesia terhambat karena tidak kuatnya payung kelembagaan.
Kasus Ilegal Logging dan Ilegal Fishing: Banyaknya kasus ilegal logging dan ilegal fihsing juga berpengaruh pada terhambatnya sektor agrikultur di Indonesia.
Melihat 7 faktor penghambat perkembangan agrikultur tersebut, pemerintah di Indonesia sebaiknya perlu memperhatikan dan menyelesaikan permasalahan dalam sektor agrikultur di Indonesia. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan anda mengenai sektor agrikultur di Indonesia. (IND)
