7 Contoh Pelaksanaan Norma Adat di Negara Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adat istiadat, merupakan sistem nilai dan norma yang tumbuh, berkembang, dan dihargai oleh masyarakat. Kekayaan budaya bangsa membuat beragamnya pelaksanaan norma adat di negara Indonesia.
Adat istiadat dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu adat istiadat yang mengandung sanksi dan tidak mengandung sanksi. Adat istiadat yang mengandung sanksi disebut hukum adat atau norma adat.
Mengenal 7 Contoh Pelaksanaan Norma Adat di Negara Indonesia
Norma adat merupakan kaidah atau aturan hidup tak tertulis, yang pelanggarannya akan dikenakan sanksi berupa dikucilkan. Diambil dari Buku Ajar Hukum Adat, Gunawan Hadi Purwanto (2022:15), berikut adalah 7 contoh pelaksanaan norma adat di negara Indonesia yang menarik untuk disimak.
Norma adat di daerah Sumatra Barat. Terdapat adat Minangkabau, yaitu pihak wanita akan mendapatkan kekayaan dan semua hak dari orang tuanya. Laki-laki dari peranakan Minangkabau diharuskan merantau dan mencari kesuksesan di tempat lain.
Norma adat di Jawa, yaitu sebagian besar adat akan menyatakan bahwa kekayaan orang tua akan diwariskan kepada pihak anak laki-laki lebih banyak jika dibandingkan dengan anak perempuan.
Norma adat di Papua menyatakan bahwa jika terdapat sebuah kecelakaan, maka yang menabrak harus menganti rugi senilai uang atau ternak dalam jumlah yang besar.
Norma adat di Dayak yang melarang menyebut nama mertua secara langsung, dan memegang benda miliknya. Hal ini sebagai bentuk penghormatan, karena mereka meyakini semua kehidupan bermula dari rahim Ibu, sehingga semua yang melekat pada ibu tidak boleh sembarang dipegang, apalagi oleh menantu.
Norma adat di Sumatera Utara, yaitu larangan pernikahan marga yang sama pada orang Batak (Tapanuli). Pelanggaran terhadap aturan adat tersebut (bentuk penyimpangan sosial) menyebabkan pengucilan terhadap pelakunya.
Norma adat suku Rimba di Jambi. Melangun adalah rasa berkabung karena salah satu keluarganya meninggal. Dengan melangun, seseorang bisa mudah melupakan kesedihannya. Biasanya, melangun dilakukan sampai tiga tahun dan minimal 2 bulan.
Norma adat suku Baduy, di Banten, yaitu berupa Sunda Wiwitan. Pegangan hidup Baduy adalah Sunda Wiwitan, yang memiliki inti ajaran menolak perubahan dan pergantian (lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung).
Baca juga: Apakah Perbedaan Sanksi Kebiasaan dan Adat Istiadat? Ini Ulasan Singkatnya
Contoh perbedaan pelaksanaan norma adat di negara Indonesia adalah dalam pembagian warisan. Jika di Nusa Tenggara Timur anak laki-laki menjadi ahli waris, di daerah Sumatra Barat justru anak perempuan yang berhak menjadi ahli waris. (DK)
