8 Tahapan dari Perkembangan Psikososial Manusia Sepanjang Hidup

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika diminta untuk jelaskan bagaimana tahapan dari perkembangan psikososial manusia sepanjang hidupnya, bagaimanakah Anda akan menjawabnya? Pengertian psikososial adalah suatu hal yang mengacu pada hubungan antara kesehatan mental, pikiran, dan perilaku seseorang (psiko) dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat (sosial) di sekitarnya.
Baca Juga: Manfaat Wawasan Psikososial untuk Guru dan Juga Murid
Jelaskan Bagaimana Tahapan dari Perkembangan Psikososial!
Berikut ulasan singkat sebagai jawaban dari pertanyaan jelaskan bagaimana tahapan dari perkembangan psikososial. Mengutip dari buku Psikologi Perkembangan Peserta Didik yang disusun oleh Gusman Lesmana, 2022, psikososial berasal dari kata psiko dan sosial.
Istilah tersebut pertama kali dipopulerkan pada tahun 1950 oleh seorang ahli psikologi bernama Erik Erikson. Erikson mengembangkan teori perkembangan psikososial dipengaruhi oleh teori psikoanalisis yang diungkapkan oleh Sigmund Freud.
Menurut Erikson, ada 8 tahap perkembangan psikososial yang dialami oleh manusia sepanjang hidupnya, mulai dari bayi sampai tua, yaitu:
1. Tahap I (bayi baru lahir-18 bulan): kepercayaan vs ketidakpercayaan
Ini merupakan tahap awal perkembangan kepribadian seorang anak. Selama tahap ini, bayi belajar mempercayai orang lain, terutama pada orangtua yang mengasuhnya.
2. Tahap II (18 bulan-3 tahun): otonomi vs rasa malu dan ragu
Pada tahap ini, seorang anak mulai belajar tentang pengendalian diri dan menjadi lebih mandiri. Jika sukses melewati tahap ini, akan mengarah pada keinginan atau will.
3. Tahap III (usia prasekolah 3-5 tahun): inisiatif vs rasa bersalah
Tahap ketiga adalah inisiatif versus rasa bersalah. Pada tahap ini, anak akan semakin fokus untuk melakukan sesuatu sendiri dan menetapkan tujuannya sendiri melalui bermain dan interaksi sosial.
4. Tahap IV (usia sekolah 5-12 tahun): industri (kompetensi) vs inferioritas
Pada tahap ini, anak akan mulai mempelajari berbagai keterampilan khusus di sekolah. Anak juga semakin sadar dirinya merupakan individu dan mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
5. Tahap V (remaja 12-18 tahun): identitas vs kebingungan peran
Pada tahap ini, remaja biasanya sedang mencari jati diri dan identitas pribadi yang akan memengaruhi hidupnya pada masa depan. Jika berhasil di tahap ini, ia akan mampu untuk mempertahankan dan konsisten pada identitas dirinya.
6. Tahap VI (dewasa muda 18-40 tahun): keintiman vs isolasi
Tahap keenam adalah keintiman versus isolasi yang ada pada masa awal dewasa. Pada tahap ini, konflik utama berpusat pada pembentukan hubungan intim dan percintaan, yang mengarah pada komitmen jangka panjang dengan seseorang, selain anggota keluarga.
7. Tahap VII (dewasa 40-65 tahun): generativitas vs stagnasi
Ttahap psikososial ini fokus pada memberikan kontribusi kepada masyarakat dan generasi penerus, termasuk dalam membesarkan anak.
8. Tahap VIII (kematangan 65 tahun ke atas): integritas ego vs keputusasaan
Tahap terakhir pada perkembangan psikososial adalah integritas ego versus keputusasaan yang berkembang pada masa usia lanjut hingga kematian. Orang lanjut usia akan memasuki tahap refleksi diri, yaitu waktu untuk merenungkan kehidupan yang telah dijalani semasa hidupnya.
Demikian ulasan singkat sebagai jawaban atas pertanyaan jelaskan bagaimana tahapan dari perkembangan psikososial. Semoga bisa dipahami. (DNR)
