9 Rekomendasi Alasan Berhenti Kerja untuk Disampaikan ke HRD

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meskipun pengunduran diri atau resign dalam pekerjaan merupakan hak dari setiap pekerja, tak jarang masih banyak orang yang bingung dalam menyampaikan alasan berhenti kerja yang tepat kepada pihak HRD atau pemilik perusahaan.
Mengutip dari buku Resign Itu Dipraktekin, Tim Wesfix, Gramedia Widiasarana Indonesia, 2016, pada dasarnya, berhenti kerja atau resign merupakan hak setiap pekerja, terlebih jika ada alasan kuat yang mendasarinya, misalnya gaji tidak sepadan, tidak adanya jenjang karir yang jelas, lingkungan toksik, atau tawaran pekerjaan lain.
Namun, pada praktiknya, menyampaikan alasan berhenti kerja tersebut pada pihak HRD tidaklah mudah. Anda harus memilih alasan yang paling masuk akal agar bisa lolos dari berbagai pertanyaan.
Rekomendasi Alasan Berhenti Kerja
Berikut beberapa rekomendasi alasan berhenti kerja yang masuk akal dan bisa Anda coba untuk disampaikan pada pihak HRD.
1. Pindah Tempat Tinggal
Salah satu alasan berhenti kerja yang sering digunakan adalah pindah rumah/domisili, baik itu bersama orang tua atau pasangan.
2. Menerapkan Work Life Balance
Bagi beberapa orang, memiliki work life balance atau keseimbangan kehidupan kerja yang sehat adalah hal yang penting. Jika ternyata jam kerja Anda berpengaruh kurang baik bagi kesehatan fisik atau bahkan mental, artinya memang sudah saatnya mencari pekerjaan baru dengan jam kerja yang lebih sesuai.
3. Melanjutkan Pendidikan
Melanjutkan pendidikan juga merupakan alasan berhenti kerja yang terkadang susah untuk ditolak pihak HRD. Anda bisa menyampaikan bahwa dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Anda akan berpeluang untuk mendapatkan gaji lebih besar, mengejar karir yang berbeda, mencapai sertifikasi, atau mengajar orang lain.
4. Beralih Karir
Alasan berikutnya adalah ingin beralih atau berganti karir. Beberapa orang mungkin menginginkan jenis karir yang lebih relevan dengan situasi sekarang atau karena jenis karir yang baru menawarkan gaji dan jenjang yang lebih baik.
5. Mendapat Pekerjaan Baru
Ini merupakan alasan berhenti kerja paling umum tetapi juga paling mudah diterima oleh pihak HRD atau perusahaan tempat Anda bekerja. Alasan ini akan menjadi lebih kuat bila Anda mengatakan bahwa akan mendapatkan gaji atau tunjangan lebih tinggi di tempat yang baru.
6. Merencanakan Berwirausaha
Ingin memulai sebuah usaha atau bisnis pribadi menjadi alasan berhenti kerja yang juga masuk akal dan ampuh. Alasan ini terkesan lebih etis daripada beralasan pindah kerja ke perusahaan lain yang menawarkan upah lebih besar. Selain lebih etis, alasan ini juga akan membantumu tetap memiliki hubungan yang baik dengan beberapa rekan kerjamu.
7. Fokus Mengasuh Anak
Alasan ini umumnya dipakai oleh perempuan yang sudah menikah. Biasanya, alasan ini akan lebih mudah pula untuk dimaklumi oleh perusahaan.
8. Upah atau Gaji Tidak Sesuai dengan Kebutuhan
Sebuah alasan berhenti kerja yang klise tapi memang tetap ampuh untuk disampaikan adalah bahwa upah atau gaji yang diterima ternyata tidak mencukupi kebutuhan hidup.
9. Faktor Kesehatan
Sakit adalah salah satu alasan berhenti kerja yang juga sering digunakan. Alasannya jelas, karena kondisi ini memang tidak bisa dipaksakan untuk terus bekerja dan akan dengan mudah dimaklumi oleh pihak HRD atau perusahaan.
Nah, dari beberapa alasan berhenti kerja tadi kira-kira alasan mana yang akan Anda gunakan? Pilihlah dengan bijak, ya. (DNR)
