9 Zona Megathrust di Indonesia dan Dampak yang Bisa Timbul

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zona Megathrust di Indonesia tersebar cukup merata. Zona Megathrust adalah wilayah di sepanjang batas lempeng tektonik tempat terjadinya penunjaman atau subduksi Indonesia, saat satu lempeng tektonik bergerak dan menyelam di bawah lempeng lainnya.
Indonesia memiliki banyak zona Megathrust karena letaknya berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik. Kondisi geologis ini juga membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling rawan terhadap gempa bumi dan tsunami di dunia.
Sebaran Zona Megathrust di Indonesia
Megathrust adalah jenis sesar atau patahan tektonik besar yang terjadi di zona subduksi. Di zona ini, dua lempeng bertemu dan bergerak satu terhadap yang lain, dengan lempeng yang lebih berat menyelam di bawah lempeng yang lebih ringan.
Pada zona ini, akumulasi energi tektonik yang besar dapat terjadi seiring waktu, yang kemudian dilepaskan dalam bentuk gempa bumi besar. Gempa Megathrust biasanya sangat kuat dan berpotensi menyebabkan tsunami, karena terjadi di bawah laut atau dekat dengan pantai.
Berdasarkan buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Pusat Studi Gempa Nasional (Indonesia), (2017), zona Megathrust biasanya ditemukan di wilayah-wilayah yang rawan gempa, seperti di Indonesia, yang terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik.
Secara lebih rinci, zona Megathrust di Indonesia berada di zona subduksi aktif, seperti:
Zona Subduksi Sunda (membentang di selatan Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba).
Zona Subduksi Banda.
Zona Subduksi Sulawesi Utara.
Zona Subduksi Lempeng Laut Maluku.
Zona Subduksi Lempeng Selatan Laut Filipina.
Zona Subduksi Utara Papua.
Segmen Selat Sunda-Banten.
Segmen Jawa Barat-Jawa Tengah.
Segmen Jawa Timur.
Tiga segmen yang disebutkan terakhir tersebut adalah segmentasi Megathrust di Samudera Hindia Selatan Jawa. Ketiga segmen Megathrust di Samudera Hindia Selatan Jawa ini memiliki potensi magnitudo mencapai 8,7.
Namun, berdasarkan model skenario dengan asumsi dua segmen bergerak bersamaan, magnitudo yang dihasilkan dapat melebihi 8,7.
Dampak yang Bisa Ditimbulkan Megathrust
Dampak dari gempa Megathrust dapat sangat luas dan merusak, beberapa dampak utamanya adalah:
1. Gempa Bumi Besar
Zona Megathrust sering menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo tinggi, yang bisa menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti bangunan, jembatan, dan jalan.
2. Tsunami
Salah satu dampak paling berbahaya dari gempa Megathrust adalah tsunami. Gempa yang terjadi di bawah laut dapat memicu gelombang laut besar yang bergerak cepat dan menghantam pantai, mengakibatkan banjir, kerusakan, dan hilangnya nyawa.
3. Liquefaction (Pencairan Tanah)
Guncangan kuat dari gempa dapat menyebabkan tanah berpasir atau tanah berlumpur menjadi cair, yang bisa mengakibatkan bangunan dan infrastruktur tenggelam atau runtuh.
4. Longsor
Gempa bumi dari Megathrust dapat memicu longsor, terutama di daerah perbukitan atau pegunungan. Longsor ini dapat menghancurkan desa-desa, jalan, dan merusak lahan pertanian.
5. Kerusakan Lingkungan
Selain dampak langsung pada manusia dan infrastruktur, gempa Megathrust dan tsunami juga dapat merusak ekosistem, termasuk hutan, terumbu karang, dan habitat laut.
Baca Juga: Mengenal Teori Lempeng Tektonik dalam Ilmu Geologi
Lantaran zona Megathrust di Indonesia yang cukup luas, secara otomatis dampak yang timbul pun akan sangat besar. Itulah sebabnya diperlukan mitigasi risiko dan kesiapan menghadapi bencana di wilayah-wilayah yang rawan gempa Megathrust. (DNR)
