Adab Tidur Menghadap Kiblat dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepertiga hidup manusia dihabiskan dengan tidur. Rata-rata manusia membutuhkan 7-9 jam untuk tidur. Saat tidur, terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah anjuran tidur menghadap kiblat.
Adab Tidur Menghadap Kiblat
Tidur merupakan anugrah Allah SWT agar tubuh dapat beristirahat dari kegiatan seharian. Mengutip buku berjudul Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia karangan Aziz Alimul Hidayat dan Musrifatul Uliyah (2015: 115), tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar yang mana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai, atau juga dikatakan suatu keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, yang bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan akan tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri minimnya aktifitas, memiliki kesadaran yang bervariasi, terdapat perubahan-perubahan proses fisiologi dan terjadi penurunan respon terhadap rangsangan dari luar.
Mengenai waktu tidur ini, Allah berfirman dalam Surat Ar Rum ayat 23 yang artinya,
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umat muslim tentang cara tidur. Beliau bersabda,
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Selain dengan tidur berbaring pada sisi kanan, dianjurkan juga untuk tidur menghadap arah kiblat. Dari Masruq, dari ‘Aisyah bahwasanya ia berkata,
Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyiapkan tempat tidurnya, kemudian tidur dengan menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, maka beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal, lalu bergumam yang tidak kuketahui apa yang dibacanya. Dan apabila malam hari menjelang akhirnya, maka beliau mengeraskan suaranya seraya membaca doa.” (HR. Abu Ya’la no. 210).
Tidur menghadap kiblat serta bertumpu pada bagian kanan tubuh merupakan ajaran dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk umat muslim sebaiknya menjalankan amalan tersebut ketika hendak tidur. (MZM)
