Konten dari Pengguna

Akibat Ikut Campurnya Belanda dalam Urusan Internal Kerajaan Banten

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Akibat Ikut Campurnya Belanda dalam Urusan Internal Kerajaan Banten. Foto: dok. Adrien Olichon (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Akibat Ikut Campurnya Belanda dalam Urusan Internal Kerajaan Banten. Foto: dok. Adrien Olichon (Unsplash.com)

Ikut campurnya Belanda dalam urusan internal kerajaan Banten mengakibatkan permusuhan yang terjadi antara petinggi kerajaan Banten. Untuk mengetahui apa saja akibat yang terjadi dalam keterlibatan Belanda dalam urusan internal kerajaan Banten, mari kita simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Baca juga: Kerajaan Banten dan Raja yang Pernah Memimpin, Siapa Sajakah?

Akibat Ikut Campurnya Belanda dalam Urusan Internal Kerajaan Banten

Kerajaan Banten merupakan salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia sebelum Indonesia resmi merdeka. Kerajaan yang terletak di daerah Banten ini dikenal dengan perekonomiannya yang sangat maju karena letak dan posisinya yang strategis sehingga menjadi jalur perdagangan di Asia Tenggara.

Kerajaan Banten terus mengalami kejayaan sampai kedatangan Belanda atau VOC yang mulai ikut campur dengan urusan internal kerajaan Banten. Ikut campurnya Belanda dalam urusan internal kerajaan Banten mengakibatkan konflik yang terjadi di antara petinggi kerajaan. Hal ini selaras dengan apa yang tertulis dalam buku berjudul Sejarah untuk SMP dan MTs Kelas VII (KTSP) yang ditulis oleh Dr. Nana Nurliana Soeyono, MA dan Dra. Sudarini Suhartono, MA (2006: 120).

Ilustrasi Akibat Ikut Campurnya Belanda dalam Urusan Internal Kerajaan Banten. Foto: dok. Javier Allegue Barros (Unsplash.com)

Tertulis dalam buku tersebut bahwa seringkali VOC mencampuri masalah dalam negeri suatu kerajaan, kemudian VOC mendukung salah satu pihak. Bila pihak yang didukungnya mendapat kemenangan, maka VOC akan menuntut imbalan. Seperti yang terjadi di Banten (1680) saat Sultan Ageng Tirtayasa berseteru dengan putranya, Sultan Haji.

Dalam buku berjudul Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia yang ditulis oleh Suryadi Pratama (2019: 67) juga menyebutkan bahwa perselisihan dalam kerajaan Banten memuncak ketika terjadi sengketa antara kedua putra Sultan Ageng Tirtayasa yaitu Sultan Haji dan Pangeran Purbaya.

Dalam masalah internal Kerajaan Banten ini, Belanda ikut campur dengan bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa. Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan de Saint Martin.

Ilustrasi Akibat Ikut Campurnya Belanda dalam Urusan Internal Kerajaan Banten. Foto: dok. Rizky Rahmat Hidayat (Unsplash.com)

Adanya ikut campur pihak Belanda dalam urusan internal kerajaan Banten mengakibatkan berbagai macam kerugian, antara lain:

  • Adanya permusuhan antara petinggi kerajaan banten terkait hal kekuasaan.

  • Kerajaan banten kehilangan kekuasaannya dan melemah secara perlahan.

  • Timbulnya perlawanan merebut kembali kekuasaan kerajaan banten yang dipimpin tokoh agama.

  • Rakyat menjadi sengsara karena kehilangan kerajaan yang memakmurkan dan melindungi rakyatnya.

  • Kekuasaan kerajaan banten menjadi lemah dan belanda bebas menjalankan politiknya di wilayah banten.

  • Belanda bebas memonopoli harga rempah-rempah.

Pembahasan tentang akibat ikut campurnya Belanda dalam urusan internal kerajaan Banten dapat Anda pelajari untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah Indonesia sebelum masa kemerdekaan. Semoga bermanfaat. (DAP)