Akibat jika Seorang Pemimpin Tidak Amanah dan Kriteria Pemimpin yang Baik

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi seorang muslim, amanah adalah titipan yang harus dijaga dan tidak boleh diingkari. Amanah harus disikapi secara serius agar bisa terlaksana dengan baik. Apa akibatnya jika seorang pemimpin tidak amanah?
Dalam Islam, pemimpin adalah imam. Sosok pemimpin harus bisa mengarahkan dan bertanggung jawab atas kelompok, komunitas, organisasi, atau masyarakat yang dipimpinnya.
Apa Akibat jika Seorang Pemimpin Tidak Amanah?
Dikutip dari Kepemimpinan dalam Perspektif Islam: Menjadi Pemimpin yang Berkarakter, Wibowo (2023:1), kepemimpinan dalam Islam bisa diartikan sebagai tanggung jawab dan amanah yang diberikan oleh Allah kepada individu untuk memimpin, mengelola, dan memberi arahan bagi yang dipimpin.
Mengutip dari Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Anak yang Islami, Sani dan Kadri (2016:86), orang yang beriman adalah orang yang memelihara amanah dan menepati janji. Pemimpin yang tidak menjalankan amanah dan tidak menepati janji tidak bisa menjadi rahmat bagi masyarakat yang dipimpinnya.
Apa akibatnya jika seorang pemimpin tidak amanah? Berikut adalah jawabannya.
1. Tidak Dipercaya
Seorang pemimpin yang tidak amanah berakibat pemimpin tersebut tidak bisa dipercaya. Selain itu, pemimpin seperti ini akan membuat orang yang dipimpinnya merasa kecewa.
2. Menjadi Orang yang Merugi
Akibat pemimpin yang tidak amanah selanjutnya adalah pemimpin itu menjadi orang yang merugi. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. berikut.
“Empat hal jika dia ada dalam dirimu, engkau tidak merugi walaupun kehilangan dunia. Menjaga amanah, berkata dengan jujur, berakhlak yang mulia dan menjaga makanan (dari yang haram).” (HR. Ahmad)
3. Menjadi Orang Munafik
Munafik adalah sifat yang harus dihindari oleh muslim. Pemimpin yang tidak amanan juga termasuk dalam orang munafik. Rasulullah saw. bersabda.
“Empat hal, barang siapa dalam dirinya ada empat hal tersebut, dia munafik murni, dan barang siapa yang ada sebagian dari sifat itu, dia memiliki sebagian sifat nifak hingga dia meninggalkannya. Yaitu: Jika dipercaya khianat, jika berbicara bohong, jika berjanji ingkar dan jika bermusuhan (berseteru) dia jahat”. (HR. Bukhari Muslim)
4. Kehilangan Imannya
Akibat selanjutnya adalah kehilangan imannya. Rasulullah saw. bersabda.
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak Amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji.” (HR. Ahmad)
Kriteria Pemimpin yang Baik
Rasulullah saw. adalah sosok panutan bagi umat Islam. Ada banyak sifat yang bisa dicontoh semasa kepemimpinan beliau. Berikut adalah beberapa kriteria pemimpin.
1. Jujur
Nabi Muhammad Saw. adalah seorang pemimpin yang jujur. Kriteria ini wajib dimiliki oleh setiap pemimpin Muslim.
2. Amanah
Pemimpin harus bersikap amanah dan tidak melakukan kecurangan.
3. Bertanggung Jawab
Memiliki rasa tanggung jawab adalah salah satu hal wajib bagi para pemimpin. Sifat ini akan berpengaruh pada keputusan yang diambilnya.
Baca juga: Pengertian Amanah dan Jujur dan Macam-macamnya dalam Ajaran Islam
Apa akibatnya jika seorang pemimpin tidak amanah? Ada banyak akibat buruknya, misalnya adalah menjadi orang yang tidak dipercaya. (KRIS)
