Alasan Diturunkannya Surat An-Nas menurut Ajaran Agama Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat An-Nas merupakan salah satu nama surat yang terdapat dalam kitab suci umat Islam, Alquran. Alasan diturunkannya Surat An-Nas adalah sebagai perlindungan.
Allah Swt. menurun surat tersebut untuk memberi perlindungan. Pasalnya, kala itu, Nabi Muhammad saw. mengalami sakit akibat ulah sihir Labid bin Al A’sham. Surat An-Nas serta Surat Al-Falaq dapat melepas sihir tersebut.
Alasan Diturunkannya Surat An-Nas
Alasan diturunkannya Surat An-Nas memiliki kaitan dengan perlindungan Allah Swt. kepada umat Nabi Muhammad saw. dari sihir. Pasalnya, Nabi Muhammad saw. pernah mendapatkan sihir dari Labid bin Al A’sham yang membuat Rasulullah saw. sakit.
Dikutip dari buku Bila Hati Telah Mati, Shayyim (2010: 60 – 61), Rasulullah saw. sering memohon perlindungan kepada Allah dengan bacaan-bacaan yang dapat melindungi dirinya dari ulah busuk manusia pendengki. Kemudian, Allah Swt. menurunkan wahyu-Nya Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas.
Semula, Allah Swt. menurunkan Surat Al-Falaq. Kemudian, Allah Swt. juga menurunkan Surat An-Nas. Kala itu ada sebelas simpul sihir. Setiap kali Nabi Muhammad saw. selesai membaca satu ayat, terurai satu simpul.
Ketika Nabi Muhammad saw. membaca seluruh ayat Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas, sebelas simpul itu pun terlepas. Wallahu a’lam bish-shawab.
Bacaan Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas dalam Alquran
Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas terdapat dalam kitab suci Alquran. Jumlah ayat dari kedua surat tersebut ada sebelas, yakni lima ayat Surat Al-Falaq dan enam ayat Surat An-Nas.
Dikutip dari laman Qur’an Kemenag, quran.kemenag.go.id, berikut adalah bacaan Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas beserta artinya.
1. Surat Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
Qul a‘ūżu birabbil-falaq(i).
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
Min syarri mā khalaq(a).
Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a).
Artinya: dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad(i).
Artinya: dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ
Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).
Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
2. Surat An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
Qul a‘ūżu birabbin-nās(i).
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,
مَلِكِ النَّاسِۙ
Malikin-nās(i).
Artinya: raja manusia,
اِلٰهِ النَّاسِۙ
Ilāhin-nās(i).
Artinya: sembahan manusia
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Min syarril-waswāsil-khannās(i).
Artinya: dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i).
Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
Minal jinnati wan-nās(i).
Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.”
Baca juga: Alasan Diturunkannya Surat Al Falaq dan Keutamaan Membacanya
Jadi, alasan diturunkannya Surat An-Nas adalah sebagai perlindungan. Kebenaran hanya milik Allah, sedangkan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, manusia perlu berdoa agar mendapat perlindungan dan pengampunan dari Allah Swt. (AA)
