Alasan Kedatangan Jepang ke Indonesia Diterima oleh Rakyat Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia pernah dijajah oleh Jepang selama sekitar 3,5 tahun. Ketika Jepang pertama kali tiba di Indonesia, rakyat Indonesia justru menerima mereka. Kedatangan Jepang ke Indonesia diterima oleh rakyat Indonesia karena Jepang mengaku sebagai saudara tua.
Meskipun demikian, tujuan Jepang tetap menguasai Indonesia. Karena bangsa Indonesia dahulu sempat mengalami penderitaan yang sangat parah, generasi masa kini perlu mengetahui sejarah bangsa.
Kedatangan Jepang ke Indonesia Diterima oleh Rakyat Indonesia
Saraswati dan Widaningsih dalam Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Kelas IX SMP (2008:10-11), kemenangan Jepang atas Rusia pada 1904-1905 membuat bangsa-bangsa Asia terkesan dengan Jepang. Pada 26 Februari 1942, armada Jepang mengalahkan armada gabungan Inggris-Amerika-Belanda di Laut Jawa.
Pasukan Jepang di bawah pimpinan Jenderal Imamura mengepung Pulau Jawa sehingga pasukan KNIL Belanda menyerah. Belanda menyerah terhadap Jepang pada 8 Maret 1942. Kedatangan Jepang ke Indonesia diterima oleh rakyat Indonesia karena Jepang mengaku sebagai saudara tua.
Jepang mengaku akan membantu membebaskan Indonesia dari Belanda dan memperbaiki nasib bangsa Indonesia. Jepang juga membuat propaganda yang menyatakan mereka mendukung gerakan memerdekakan Indonesia. Propagandanya disiarkan di radio dan diawali dengan lagu Indonesia Raya.
Pada saat itu, rakyat Indonesia juga dibolehkan untuk mengibarkan bendera merah putih. Jepang juga menganjurkan agar rakyat Indonesia mendukung saudara tua secara penuh untuk memenangkan perang suci dan membangun kemakmuran bersama di Asia Timur Raya.
Salah satu propaganda Jepang adalah semboyan 3A, yakni Nippon Cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia, dan Nippon Pelindung Asia. Ternyata, pada 20 Maret 1942 Jepang melarang lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan bendera merah putih dikibarkan.
Jepang menggandeng para tokoh nasionalis demi mendapatkan dukungan massa. Para tokoh-tokoh tersebut antara lain adalah Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur. Tujuannya adalah untuk menyatukan rakyat Jawa demi bisa menghadapi Sekutu.
Terdapat beberapa cara yang ditempuh oleh para pejuang dalam menghadapi penjajahan Jepang, yakni:
Kooperatif atau bekerja sama dengan pemerintah Jepang namun sambil terus berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Tokoh yang melakukan ini adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan lainnya.
Nonkooperatif atau tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Jepang. Cara perlawanannya adalah melalui gerakan bawah tanah atau sembunyi-sembunyi. Tokoh yang nonkooperatif misalnya adalah Syahrir dan lain-lain.
Baca juga: Sikap Kaum Pergerakan terhadap Penjajahan yang Dilakukan Jepang
Kedatangan Jepang ke Indonesia diterima oleh rakyat Indonesia karena Jepang mengaku sebagai saudara tua dan akan membantu Indonesia bebas dari penjajahan Belanda. (KRIS)
