Alasan Kenapa Allah Memberi Kita Sakit beserta Hikmah yang Bisa Dipetik

Berita Terkini
Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
17 Juni 2022 19:42 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Allah SWT memberi cobaan sakit. Foto: unsplash.com/olga_kononenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Allah SWT memberi cobaan sakit. Foto: unsplash.com/olga_kononenko
ADVERTISEMENT
Tidak ada satupun orang yang ingin sakit. Sebab, sakit dapat menghilangkan hal-hal yang dicintai. Meski demikian, Allah SWT sudah mengetahui segalanya dan rasa sakit juga termasuk di dalamnya. Lantas kenapa Allah memberi kita sakit dan apa saja hikmah yang bisa dipetik?
ADVERTISEMENT

Alasan Kenapa Allah Memberi Kita Sakit beserta Hikmah yang Bisa Dipetik

Sebagai umat Islam yang beriman, kita harus percaya bahwa disetiap seseutau yang telah Allah SWT berikan pasti memiliki hikmah. Semua yang dialami manusia adalah cobaan, baik itu hal yang menyenangkan atau menyedihkan, tak terkecuali rasa sakit.
Sebagaimana yang dikutip dari buku Banjir Pahala Saat Sakit karya Atiqah Hamid (2016).

1. Sakit sebagai Media bagi Allah SWT Mendekatkan Hamba-Nya

Allah SWT memberikan cobaan rasa sakit kepada hamba-Nya, sebab di balik sakit ada kebaikan besar dan sebagai wujud dari kasih sayang-Nya. Oleh karena itu, jangan pernah putus atas dan kecewa ketika Allah SWT memberi cobaan sakit.
Bagi mereka yang beriman, sakit bisa disikapi dengna tasa tawakkal dan sabar. Berserahlah kepada Allah SWT, berfikir positif, serta mencari solusi penyembuhan dengan jalan dan cara yang dibenarkan. Allah SWT berfirman,
ADVERTISEMENT
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya, “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
Ilustrasi hikmah rasa sakit yang Allah SWT berikna. Foto: unsplash.com/kwook

2. Sakit sebagai Media Mengenali Diri Sendiri

Manusia diciptakan meliputi 3 unsur dasar, yakni jasad, ruh, dan jiwa yang memiliki keterikatan sangat kuat satu sama lain. Apabila jasad tidak ada ruhnya, maka seakan-akan makhluk mati. Sedangkan ruh yang tidak memiliki jasad juga tidak disebut sebagai manusia. Akan tetapi, yang paling berpengaruh serta yang mengatur jasmani dan anggota tubuh lainnya adalah ruh. Ruh merupakan hakikat dari seorang manusia. Ruh bertanggung jawab atas pujian dan siksaan.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, manusia jarang mengenali diri sendiri. Mereka tidak tahu asa mereka, yang menghidupkan, dan tujuan hidup dihidupkan di muka bumi. Sehingga, Allah SWT memberi cobaan kepada kita agar belajar mengenali diri. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada pamannya Abbas yang sedang sakit,

3. Mendapatkan Pahala tak Terhingga

Manusia merupakan makhluk yang banyak salah dan dosa. Salah satu cara yang Allah SWT berikan untuk menggugurkan dosa adalah dengan rasa sakit. Meski menyakitkan, namun rasa sakit dapat menggugurkan dosa. Selain itu, kegetiran hidup yang dirasakan seorang hamba akan Allah SWT ubah menjadi kenikmatan di akhirat kelak.
ADVERTISEMENT
Selain itu, rasa sakit adalah sebuah patokan kesabaran seorang hamba. Apabila ia dapat melewatinya, maka kebaikan akan menyertainya. Namun apabila tidak ada kesabaran, maka akan lenyap pula kebaikan yang Allah SWT berikan.
Sebagaimana yang diriwayatkan Anas bin Malik dalam sebuah hadits marfu,
Semoga dengan mengetahui alasan dan hikmah dari rasa sakit bisa menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi atas apa yang telah kita perbuat. Selain itu, rasa sakit juga membuat kita belajar bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi. (MZM)
ADVERTISEMENT