Alasan Mengapa Diskusi Membutuhkan Argumen Mendukung dan Menentang

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mengalami diskusi. Diskusi ini pun bentuknya bermacam-macam. Ada diskusi formal yang dilakukan di instansi tertentu seperti sekolah atau kantor, ada juga diskusi non formal yang dilakukan dengan santai bersama teman.
Diskusi biasanya terjadi untuk membicarakan sesuatu agar mencapai kesepakatan bersama dan memperoleh jalan keluar. Dalam diskusi pun pada umumnya juga terdapat argumen mendukung dan menentang. Mengapa diskusi membutuhkan argumen mendukung dan argumen menentang kontra? Simak jawabannya dalam artikel ini.
Baca juga: Ulasan Mengenai Persamaan Kegiatan Debat dengan Diskusi
Memahami Diskusi
Sebelum ke penjelasan lebih lanjut, mari kita memahami apa arti diskusi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut buku Think Smart Bahasa Indonesia oleh Ismail Kusmayadi (2008:12), diskusi berasal dari bahasa Latin, yaitu discutio atau discusium yang artinya bertukar pikiran. Diskusi pada dasarnya merupakan suatu bentuk tukar pikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar dengan tujuan untuk mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu masalah.
Diskusi pun sudah menjadi sesuatu yang dipelajari oleh manusia sejak dini. Hal ini juga disebabkan oleh banyaknya manfaat diskusi, yaitu:
Melatih berpikir logis dan kritis
Melatih berbicara di depan umum
Mengembangkan kreatifitas
Menambah ilmu pengetahuan
Mengembangkan sikap toleransi, saling menghargai dan saling menghormati.
Alasan Diskusi Membutuhkan Argumen Pendukung dan Penentang
Dalam suatu diskusi, biasanya kita akan menemukan dua argumen, yaitu argumen pendukung dan penentang. Lalu apa alasan diskusi membutuhkan argumen pendukung dan penentang?
Dengan adanya argumen pendukung dan penentang, siapapun yang mengikuti diskusi tersebut akan berlatih secara kritis dan logis tentang bagaimana cara mempertahankan argumen masing-masing. Selain itu, adanya argumen yang berbeda juga dapat memperluas pandangan seseorang mengenai suatu masalah.
Tak hanya itu, argumen yang berbeda juga mampu melatih emosi seseorang agar tetap tenang dan mampu menghadapi diskusi dengan baik. Ia pun bisa semakin mengembangkan sikap-sikap terpuji seperti saling menghargai.
Demikian alasan diskusi membutuhkan argumen mendukung dan menentang. Berangkat dari alasan tersebut, para guru sudah mulai melatih anak didiknya agar memiliki diskusi dengan kedua argumen tersebut. (LOV)
