Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Negara Maju di Eropa Memiliki Angka Kelahiran dan Kematian Rendah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Negara Maju di Eropa Memiliki Angka Kelahiran dan Kematian Rendah. Foto: dok. Christian Bowen (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Negara Maju di Eropa Memiliki Angka Kelahiran dan Kematian Rendah. Foto: dok. Christian Bowen (Unsplash.com)

Negara maju merupakan negara yang memiliki kualitas hidup dan tingkat perekonomian yang cukup tinggi. Hal ini membuat masyarakat yang tinggal di dalamnya memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi. Di samping kesejahteraannya yang tinggi, rupanya tingkat kematian dan kelahiran negara maju relatif rendah. Mengapa sejumlah negara maju di Eropa seperti Jerman memiliki angka kelahiran dan kematian yang rendah? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut.

Baca juga: Mengenal Benua dengan Angka Kelahiran Terendah di Bumi

Alasan Mengapa Negara Maju di Eropa Memiliki Angka Kelahiran dan Kematian Rendah

Di dunia ini, kita mengenal berbagai macam negara dengan tingkat kesejahteraan dan laju pertumbuhan perekonomian yang sangat beragam, mulai dari yang rendah, hingga yang tinggi. Negara-negara yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi termasuk ke dalam kategori negara maju. Selain memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi, negara-negara maju di dunia relatif memiliki tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Mengapa sejumlah negara maju di Eropa seperti Jerman memiliki angka kelahiran dan kematian yang rendah?

Adanya sejumlah negara maju di Eropa seperti Jerman memiliki angka kelahiran dan kematian yang rendah disebabkan oleh beberapa hal. Tingkat kelahiran di negara maju memiliki tingkat yang rendah sebab masyarakat usia muda lebih banyak memilih untuk menunda menikah atau memiliki anak.

Hal ini karena mereka mengutamakan karir, sebab biaya hidup di negara maju sangat tinggi. Hal tersebut membuat masyarakat usia muda yang ingin berkeluarga dan memiliki anak akan kesulitan secara ekonomi dalam membentuk keluarga.

Ilustrasi Negara Maju di Eropa Memiliki Angka Kelahiran dan Kematian Rendah. Foto: dok. Aditya Romansa (Unsplash.com)

Sedangkan angka kematian negara maju relatif rendah karena ilmu kedokteran yang sudah cukup maju dan adanya pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas bagi warga negara tersebut. Dengan begitu, penyakit penyebab kematian dapat dicegah sedini mungkin dan diatasi semaksimal mungkin. Hal ini membuat angka harapan hidup negara maju lebih tinggi.

Berdasarkan pemaparan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kelahiran dan kematian di suatu negara. Dalam buku IPS Terpadu Jilid 2A untuk SMP dan MTs Kelas VIII Semester 1 yang disusun oleh Y. Sri Pujiastuti, T. D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno (2007: 59).

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa pertumbuhan penduduk di suatu negara dipengaruhi oleh faktor kelahiran dan kematian. Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya kelahiran dan kematian antara lain:

Faktor yang mempengaruhi kelahiran:

  • Kondisi kesehatan pasangan usia subur

  • Usia perkawinan berada pada masa subur, kemungkinan terjadinya fertilitas lebih besar

  • Kesehatan ibu saat mengandung, baik kesehatan fisik maupun mental (kejiwaan), sangat mempengaruhi kesehatan janin dan proses kelahiran

  • Adanya anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki serta pola patrilineal yang menganggap bahwa anak laki-laki merupakan kebanggaan bagi keluarga.

Ilustrasi Negara Maju di Eropa Memiliki Angka Kelahiran dan Kematian Rendah. Foto: dok. Luma Pimentel (Unsplash.com)

Faktor yang mempengaruhi kematian:

  • Faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi tingkat kesehatan penduduk, yaitu kemampuan seseorang dalam menjaga kesehatannya, seperti rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta mampu mengatur pola makan sehat. Penduduk negara maju mempunyai tingkat kematian yang lebih rendah daripada negara berkembang

  • Faktor pekerjaan juga mempengaruhi kematian seseorang. Bidang pekerjaan yang meliputi pekerja bangunan, pilot, masinis, awak kapal, dan pemadam kebakaran merupakan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan kematian.

  • Faktor tempat tinggal memberikan pengaruh pada kematian sebab penduduk yang tinggal d daerah sekitar gunung api, pesisir pantai, daerah rawan longsor, dan rawan gempa sangat rentang menghadapi risiko kematian.

  • Faktor jenis kelamin juga turut mempengaruhi kematian, umumnya tingkat kematian penduduk laki-laki lebih tinggi dibanding tingkat kematian penduduk wanita.

Pembahasan mengenai penyebab negara maju di Eropa seperti Jerman memiliki angka kelahiran dan kematian rendah dapat Anda ketahui untuk memperluas wawasan yang bermanfaat bagi Anda. (DAP)