Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Penyair Membuat Puisi dan Tujuannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Alasan Mengapa Penyair Membuat Puisi dan Tujuannya  Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Alasan Mengapa Penyair Membuat Puisi dan Tujuannya Sumber: pixabay.com

Puisi ditulis oleh seorang penyair dengan tujuan tertentu. Mengapa penyair membuat puisi? Simak dalam ulasan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Mengapa Penyair Membuat Puisi?

Ilustrasi: Alasan Mengapa Penyair Membuat Puisi dan Tujuannya Sumber: pixabay.com

Mengapa penyair membuat puisi? Alasan dan tujuannya dapat disimak dalam ulasan berikut.

Mengutip buku Yang Tersisa Setelah Puisi Dicipta karya Dimas Indiana Senja (8:2021), jika pada umumnya orang menyimpan rahasia pribadinya di dasar hati yang terdalam, penyair justru sebaliknya, ia menguraikan berbagai hal yang bergejolak lewat puisi.

Atas hal tersebut, dapat diketahui bahwa tujuan atau hal yang mendorong penyair menulis puisi adalah untuk mengekspresikan isi hati.

Selain itu, tujuannya juga untuk menyampaikan suatu hal yang tidak bisa dikatakan secara langsung. Untuk kepuasan, kesenangan dan juga ketenangan batin.

Pengertian Puisi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian puisi atau sajak adalah jenis sastra dengan bahasa yang terikat oleh irama, rima, serta susunan bait dan larik.

Puisi dapat diketahui sebagai sebuah karya berupa tulisan kata-kata yang identik dengan tulisan-tulisan dengan kata-kata indah yang biasanya memiliki makna tersirat berupa tanggapan serta pendapat penyair.

Baca juga: Contoh dan Ciri-Ciri Antologi Puisi dalam Bahasa Indonesia

Bentuk Puisi dan Contohnya

Bentuk puisi ada dua jenis yakni puisi lama dan puisi modern, berikut adalah pengertian bentuk puisi bersama dengan contohnya:

  • Puisi lama adalah karya sastra di masa lampau yang memiliki ciri dan keindahannya sendiri. Contohnya berupa pantun, syair, talibun, mantra dan gurindam.

  • Puisi modern adalah puisi yang bebas dan tidak terikat dengan aturan-aturan terkait bait, rima, baris dan sebagainya. Contohnya berupa puisi naratif, puisi lirik dan puisi deskriptif.

Ciri-ciri Puisi

Bersamaan dengan adanya bentuk puisi maka baik puisi modern dan puisi lama memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang di antaranya sebagai berikut:

Ciri-ciri Puisi Lama

  • Biasanya nama pengarangnya tidak diketahui (anonim).

  • Terikat dengan aturan, seperti jumlah baris tiap bait, suku kata, maupun rima.

  • Penyampaiannya bersifat dari mulut ke mulut, sehingga tak heran jika disebut dengan sastra lisan.

Ciri-ciri Puisi Modern

  • Nama pengarangnya diketahui.

  • Bentuk kalimatnya rapi (simetris) denga,n persajakan akhir yang teratur.

  • Terdiri dari tiap baris atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis) yang di dalamnya berisi 4-5 suku kata.

  • Umumnya, berbentuk 4 seuntai.

  • Memiliki gaya bahasa yang dapat berubah-ubah (dinamis).

  • Perkembanganya melalui lisan atau bahkan secara tertulis.

Demikian pemaparan terkait mengapa penyair membuat puisi dengan tambahan informasi lainnya terkait puisi. Semoga dapat menjadi refrensi yang bemanfaat dalam menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia atau dapat sekadar menambah pengetahuan. (ANG)